Selasa, 19 Maret 2013

FF Zoo Family~The Power Of Love~ || Part 2

-Part 2-
Esok paginya, Mereka berlima sarapan dengan bekal ala kadarnya. Setekah sarapan mereka merapikan tempat dan tenda mereka gulung kembali. Berjalan meneusuri hutan yang tak di temukan ujungnya ini. Berjam-jam mereka jalan, Minri menemukan sebuah rumah yang sepertinya masih berpenghuni.
Di hanok milik Halboji, para tetua masih heboh memikirkan keadaan kelima anak itu. Sudah berkeliling desa bertanya kesana-kemari membawa alamat *ehh kan ngawur –skip ulang— membawa foto anak-anak ini. Jieun terus menangis melihat situasi ini. Wookie melapor kepada pihak polisi daerah. Hoya dengan keterampilannya mencoba melacak keberadaan anak-anaknya melalui signal ponsel mereka. Tapi karena posel kelimanya mati, usaha Hoya pun jadi sia-sia. Kembali ke hutan. Kyuhae melihat jam tangannya ternyata sudah jam 18.30.

“Yakk!!! Itu ada rumah!!” Minri menunjuk ke sebuah rumah yang bisa di bilang cukup besar di tengah hutan seperti ini.

“Geure.. Ayo kita ke sana!” Ajak Hyunsoo. Sampainya di rumah itu, Hyunsoo mengetok pintunya. Tak berapa lama pintunya pun terbuka.

“Annyeong haseo..” mereka berlima membungkukkan badan melihat seorang namja yang kira-kira usianya sebaya dengan Minri. Berwajah tampan, berbadan tinggi dan cukup kekar.

“Ohh.. Lee Yuan?!” cetuk Minri ketika dia melihat namja itu.

“Minri?! Kenapa kau bisa ke mari?!” tanya namja yang bernama Yuan walaupun wajahnya kelihatan gugup. Gugup karena bingung dengan kehadiran mereka atau gugup karena hal lain.

“Juisunghabnida.. kami sebenarnya tersesat dari hutan pinus hingga ke mari..” Jelas Hyunsoo. “kalau boleh kami ingin menumpang di sini selama semalam. Atau kau bisa langsung mengantar kami ke desa sekarang.” Sambung Hyunsoo lagi.

“kalau ingin kembali ke desa memakan waktu dua jam lebih dari sini. Lebih baik kalian tinggal di sini dulu, besok pagi saja kalian aku antar.” Jawab Yuan dan mempersilahkan mereka masuk.

“Kamsahamnida..” mereka berlima kembali membungkuk berterima kasih. Di sisi lain Ara seperti memikirkan sesuatu.

Mereka makan malam bersama. Setelah itu mereka tidur di sebuah kamar yang di sediakan Yuan. Kata Yuan hanya ini kamar yang layak mereka tempati untuk malam ini. Yuan keluar dari kamar mereka, meninggalkan lima kakak beradik ini di kamar itu.

“Kenapa tidak ada kamar mandinya?!” Minri mengelilingi kamar itu.

“Waeyo?! Kau ingin buang air eon?!” Tanya Ara.

“Anida.. Tapi bagaimana kalau nanti ada yang kebelet?!” kata Minri memasang muka innocentnya.

“Tenang.. pas di hutan tadi aku sudah mengeluarkannya..” dengan santainya Hyunsoo menjawab.

“Aisshh.. Kau ini!” Seulra menjitak kepala Hyunsoo. Karena lelah namja itu hanya mendengus kesal.

Ara menemukan colokan listrik dibalik tempat tidur. Dia men-charge tab-nya, dia menggunakan tablet karena dia hanya membawa charge tabnya saja. Dia nyalakan tab-nya dan ternyata dia mendapat signal. Dengan cepat dia mengirimkan email kepada Hoya. Isinya kalau mereka berlima baik-baik saja. Ara tahu pasti orang tuanya sangat khawati pada mereka semua.
Di hanok halboji. Hoya membuka ponselnya yang baru mendapat email masuk. Hoya langsung memanggil semua penghuni hanok tersebut. Terdengar suara gadu yang berasal dari hentakan kaki mereka yang menuju ke ruang tv di sana.

“Aku mendapat email dari Ara!” Kata Hoya yang dimatanya sudah seperti danau.

“Oppa ayo buka! Palli!!!” Suruh Jieun yang sudah menangis di rangkulan Wookie.

“Ne.. Palli..” Tambah Wookie. Hoya pun membuka email tersebut dan membacakannya.

Hoya appa, Wookie appa, Jieun eomma, halboji dan halmoni..,
Mianhae baru mengabari kalian sekarang..

Kami tersesat di hutan. Tapi kalian tidak perlu khawatir..
Tadi sore kami menemukan sebuah rumah di sini. Ternyata pemiliknya teman Minri eonnie, namanya Lee Yuan. Namja itu baik tapi menurut Ara dia sangat aneh. Seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah ini juga sangat aneh. Sebuah rumah ditengah hutan, apa namja itu tidak takut di sini?! Ara lihat dia juga tinggal sendiri. Dia bilang orang tuanya di luar negeri. Mana ada orang tua meninggalkan anaknya sendirian di hutan. Aneh!!

Sekarang yang lainnya sedang tidur. Hanya Ara yang masih terjaga karena masih kepikiran apa yang akan terjadi dan memikirkan kekhawatiran kalian pada kami..

Hoya appa dan yang lainnya..
Mungkin besok kami akan kembali. Tapi ntah kenapa Ara tidak yakin kalau besok kami cepat kembali. Jika besok kami belum kembali doakan kami ne. Mungkin hal yang Ara takutkan akan terjadi..
Semoga itu tidak benar-benar terjadi. Ara takut appa. Kejadian seperti ini saja sudah Ara mimpikan kemarin, tapi Ara hanya menganggapnya mimpi biasa..

Hoya appa, bisakah appa mencari tahu siapa itu Lee Yuan?! Ara tidak yakin dia benar-benar baik menolong kami. Kenapa Minri eon bisa sebodoh itu mengenalnya?!

Ahh Appa..
Sudah dulu ne. Ara sudah mulai lelah..
Besok jika signal bagus seperti ini, Ara akan mengirim email lagi..
Appa dan yang lainnya bantu kami keluar dari sini dengan doa..
Oke! Jaljayo!!^^

Hoya membacakan isi email Ara dengan menahan tangisnya. Tangis Jieun da hlmoni semakin menjadi-jadi. Hoya tidak mau berlama-lama dan langsung mencari identitas Lee Yuan. Hoya tiba-tiba terkejut setelah membaca sesuatu yang dia dapat dari penelusurannya di internet.

“Wae?!” Tanya Wookie yang melihat ekspresi Hoya yang berubah itu.

“Hyung.. Ayo berdoa supaya mereka tidak kenapa-kenapa..” Kalimat itu yang terlontar dari mulut Hoya. Semua mata shock dan mengeluarkan air.

Tengah malam Seulra bangun karena kebelet buang air. Dia membangunkan Minri karena hanya Minri yang gampang untuk di bangunkan. Minri pun bangun dan membantu Seulra mencari toilet. Tapi saat pintu yang belum mereka buka, di buka Minri tiba-tiba. Mereka berdua kaget. Melihat Yuan duduk dengan 3 orang pria yang badannya seperti bodyguard itu. Minri dan Seulra takut melihat cara Yuan menatap mereka.

“Waeyo Minri-ssi?” Tanya Yuan menyunggingkan senyumnya. Senyum yang penuh dengan kelicikan.

“A.. Aniyaa... Kami hanya mencari toilet..” Jawab Minri berusaha santai tapi suaranya bergetar.

“Mari biar aku antar..” Yuan mengantar mereka berdua ke toilet. Karna takut mereka berdua masuk bersama. Saat mereka keluar mereka tidak melihat seorang pun. Namun, ternyata mereka berdua di bekap sampai pingsan. Dan di bawa ke ruangan tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PLEASE COMENT^_^

Read more: http://deviachrista.blogspot.com/2013/05/cara-mengganti-avatar-anonymous-pada.html#ixzz2WTJ5euBb