Selasa, 19 Maret 2013

FF Zoo Family~The Power Of Love~ || Part 3

-Part 3-
Ara terbangun, dengan mata yang masih separuh terbuka Ara tidak melihat Minri dan Seulra tidak ada di tempatnya. Dia membangunkan Kyuhae dan Hyunsoo.kyuhae tebangun tapi masih setangah sadar. Sedangkan Hyunsoo malah menigau tak karuan.

“Hyung.. Oppa.. Ironaa!! Ke mana Minri dan Seulra eon?!” tanya Ara dengan suara yang pelan.

“mungkin mereka ke toilet..” jawab Hyunsoo menggeliatkan badannya.

“Aiisshh.. Oppa! Ottokhae?” Ara menatap Kyuhae dalam.

“Mungkin memang mereka ke toilet.. Jja! Kita lihat..” jawab Kyuhae berusaha menenangkan Ara.

Saat mereka berdua keluar kamar, mereka mendengar suara tangis yeoja dan suara tawa beberapa orang pria. Kyuhae dan Ara langsung bergegas masuk ke kamar mereka.

“Oppa.. ottokhae? Bagaimana jika terjadi sesuatu..” Ara mulai terisak, tapi suaranya kedengaran sangat kecil.

“Yakk! Jangan berpikiran buruk. Sekarang kita harus keluar dari sini. Mencari tempat aman untuk memikirkan cara membaskan mereka.” Jelas Kyuhae dan menyuruh Ara merapikan barang-barang mereka. Kyuhae pun membangunkan Hyunsoo.

“Hyung.. Irona.. jebal Hyung!!!” Kyuhae mengguncang tubuh Hyunsoo dan begitu Hyunsoo bangun dia langsung menutup mulut hyungnya sebelum Hyunsoo mengoceh. “Kita harus keluar dari sini sekarang! Nanti akan kami jelaskan!” kata Kyuhae. Tidak tahu apa-apa Hyunsoo hanya mengikuti saja. Merima tasnya yang Ara kasih.

Kyuhae membuka jendela dan melihat situasi, lalu melompat yang kemudian di susul Ara dan Hyunsoo. Mereka lari masuk ke hutan. Merasa sudah cukup jauh mereka berhenti. Tersadar bahwa mereka hanya bertiga, Hyunsoo pun sontak bertanya. Kyuhae dan Ara menjelsakan semuanya ada Hyunsoo.

“Oke! Kita harus bertindak! Ara mana tab mu?!” Ara mengeluarkan tabnya. “aish.. tidak ada signal!” Hyunsoo mengacak rambutnya frustasi dan Ara mengambil tabnya kembali. “Kyuhae, apa kau bawa alat tulis?” pinta Hyunsoo dan Kyuhae mengeluarkan bebarapa kertas dan pena.

Hyunsoo memberi arahan pada dua dongsaengnya itu dan mencoretkannya di atas kertas itu. Ara dan Kyuhae menyimaknya dengan baik. Sesekali mereka memberi tambahan jika mereka merasa itu ganjal. Setelah selesai melakukan diskusi penting itu, mereka memutuskan istirahat di situ juga. Karena mereka juga lelah dan besok mereka harus bangun pagi sekali untuk mengawasi rumah aneh itu.

Minri dan Seulra tersadar dari obat bius mereka. Melihat sekeliling mereka yang banyak dus dia atas rak-rak dan jerigen serta tong yang berisi bahan kimia. Ternyata zat-zat itu untuk membuat berbagai obat terlarang. Dengan tangan dan kaki yang masih terikat mereka mendekatkan diri satu sama lain.

“Yaa.. Ottokhae?! Bagaimana dengan mereka” Minri ketakutan dan suaranya terdengar sangat pelan. Mereka berdua sadar kalau mereka teriak maka Yuan dan penjahat itu akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Gwenchana.. aku yakin mereka sekarang jauh dari sini. Di suatu tempat untuk memikirkan cara menangkap pernjahat itu dan membebaskan kita..” Jawab Seulra yang tetap berusaha senyum. Dia berusaha agar Minri tetap tenang, walaupun sebenarnya dia juga sangat takut jika terjadi sesuatu.
“Bagaimana kau tau?!” tanya Minri heran. Dan seulara melihat ke arah pintu yang terbuka. Ternyata Yuan masuk kedalam ruangan itu.

“Minri dan Seulra, di mana mereka?!” Yuan menaikkan volume suaranya.

“Molla!” sahut Seulra dingin. *parrr* Yuan menampar Seulra saat itu juga. Seulra sangat benci jika ada orang yang kasar padanya. Minri yang melihat itu hanya bisa diam mematung.

“YAAAA!!! LEE YUAN!!!! NEO MBOYA?!” pekik Seulra yang sudah sangat marah. Mata merah dan rambutnya yang mulai acak-acakan semakin jelas memperlihatkan kemarahannya.

“Nan?! Lee Yuan imnida. Putra tunggal ketua organisasi Naga hitam, Lee Changhong. Pengedar narkoba yang paling dicari di asia!” Jawab Yuan santai dengan aura setan di sekitarnya.

“Neo, taehanminguk saram aniya?!” cetuk Minri.

“Uri taehanminguk saram. Keunde, uri halboji jonguk saram.” Jelas Yuan kali ini lebih biasa.

“Yaa!!! Yuan-sshi.. Nan arra, neo joheun saramiya.. Jebal, lepaskan kami!” Minri mengeluarkan air matanya. Seulra tak tahan melihat Minri menangis.

“Yaa!! Tak ada gunanya kau memohon sampai menangis gitu Minri-yaa.. Jika makhluk ini baik, dia tidak akan mungkin menyekap temannya sendiri!” Sahut Seulra menatap Yuan tajam.

“Kau benar! Lalu bagaimana dengan saudara mu yang lainnya?! Apakah kalian yakin mereka akan menyelematkan kalian?!” Yuan benar-benar dingin menanggapi kedua yeoja ini.

“Nan oppa-rang dongsaeng-rang mido! You don’t know anything about them!” mata Seulra terbelalak lebar, air matanya juga mulai menetes. Minri masih terisak memikirkan nasib mereka.

“Jinjja?! Are you sure? Joa, kita lihat saja nanti!” Yuan mendekatkan wajahnya kepada Seulra dan menatapnya tajam. Karena Seulra terlanjur membencinya dia membalas tatapan itu jauh lebih dalam, seperti menantang namja di depannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PLEASE COMENT^_^

Read more: http://deviachrista.blogspot.com/2013/05/cara-mengganti-avatar-anonymous-pada.html#ixzz2WTJ5euBb