Kamis, 28 Maret 2013

Member Super Junior Yang Paling Mudah Menangis T.T

Annyeonghaseo... ^^)/
Kali ini Admin Nemo akan nge-post Urutan Member Super Junior Yang Paling Mudah Menangis T.T
Nah sebenarnya para Hyungdeul terkadang Menangis karena Senangnya contohnya nih Leeteuk Hyung, karena keluarganya contohnya Donghae Hyung..Itu Just Example..
Langsung saja ini dia ..cekidot :


1. Lee Donghae
2. Leeteuk
3. Eunhyuk
4. Kim Ryewook
5. Choi Siwon
6. Kim Heechul
7. Kim Yesung
8. Cho Kyuhyun
9. Shindong
10. Kangin
11. Lee Sungmin

Nah itu dia.. ^^~
Ini mimin kasih Pict.nya Super Juniot nangis..
Omo..hyung don't cry T,T









‘Katanya’ pas setiap super show itu Heechul enggak pernah nagis. tapi, saat super show 2 di beijing *kalo gak salah*, bertepatan gak ada hangeng, disaat dinyanyikan lagu shining star dia nangis loh.






























Selasa, 19 Maret 2013

FF Zoo Family~The Power Of Love~ || Part 4

- Part 4 -
Ara terbangun dari tidurnya, padahal dia baru tidur 20 menit. Dia mengingat semua kejadian yang baru terjadi. Mengingat wajah Yuan saat menerima kehadiran mereka. Seketika dia teringat sesuatu dan mengeluarkan tabnya. Ara terhentak ketika dia memperbesar foto mereka yang saat itu tak sengaja terambil gambar namja asing. Namja itu ternyata Yuan. Dia juga orang yang tak sengaja bertabrakan dengan Ara saat di pinggir sawah. Ara berpikir bagaimana Minri bisa mengenal Yuan? Hal ini harus benar-benar di selidiki. Ternyata Hyunsoo juga terbangun dari tidurnya. Dia melihat Ara yang memperhatikan tabnya frustasi.

“Ara-yaa.. Gwenchana?!”

“Ohh hyung.. Kau ingat namja asing di foto ini?! Look!” Ara men-zoom foto itu. Hyunsoo terbelalak melihat namja di dalam foto itu.

“Lee Yuan?!” Hyunsoo terheran. Ara menceritakan semua kejadian saat dia dan Yuan tak sengaja bertemu. Ara juga bertanya pada Hyunsoo bagaimana Minri mengenal Yuan sampai sedekat itu. Padahal mereka juga baru 4 hari di desa itu.

“Ahh.. Ntahlaa.. Tapi dua hari yang lalu saat kita hanya diam di hanok Minri di menemani Halmoni belanja. Apa mungkin saat itu dia bertemu dengan Yuan?!” Hyunsoo bergumam sendirian. Ara hanya melihat wajah Hyungnya yang sudah kelihatan sangat lelah.

“Hyung.. kau tidurlah! Wajahmu sudah sangat lelah..” Kata Ara lirih.

“Geure! Aku juga sudah ngantuk.. kau apa tidak tidur?!” Tanya Hyunsoo melihat Ara yang sedang memandang kosong ke arahnya.

“Eoh?! Aku akan tidur jika aku ngantuk..” jawab Ara.

“Aiisss... ini sudah larut malam, dan jangan bilang kau belum ngantuk! Amdwae!! Jja! biar ku antar kau ke mimpi paling indah..” cerosos Hyunsoo dengan gaya sok keibuan *ehh.. perhatian maksudnya.

“Aisshh...” Ara mengikut saja apa yang di bilang kakaknya ini. Ara berbaring di antara Hyunsoo dan Kyuhae.

“Ara-yaa.. Mianhae..” suara Hyunsoo terdengar pelan.

“mwo?!Yakk!! Hyunsoo!! Kau menangis?! Aigooo...” Ara menyampingkan badannya dan berusaha tetap tertawa melihat Hyunsoo yang sudah menundukkan wajahnya, walaupun sebenarnya dia juga meneteskan air mata *ini sedih woyy!!! Sedih!!*. “Hyung-aaa.. Gwenchana.. Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan..” Kali ini Ara memeluk kakaknya itu. “Eomma, Wookie appa, Hoya appa, Minri eonnie, Seulra eonnie, Kyuhae oppa, haraboji, halmoni, kau dan aku, kita semua saling sayang hyung.. Mungkin pertengkaran dan perbedaan pendapat kita selama ini hanya sebagian kecil rasa sayang itu. Kita semua sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi aku tahu kta semua saling menyempatkan waktu untuk berkumpul. Neo arra?! Saat aku camp dengan Kyuhae oppa dan teman-teman sekelas kami waktu itu, aku merasa benar-benar ingin pulang. Aku rindu omelan Minri dan Seulra eom saat aku mengedit foto mereka menjadi sangat aneh, aku rindu appa dan eomma, aku juga rindu ocehanmu yang selalu membully kami! Hyung... sudahlaa, kejadian ini bisa kita lewati bersama. Kau jangan sedih seperti itu, mungkin tuhan sedang ngetest kita seberapa kuat kedekatan kita. Dan kita harus saling menguatkan! Saat ini tidak ada yang boleh menangis!” Hyunsoo menaikkan wajahnya, saat yang sama Ara menghapus air mata kakaknya itu.

“Gomawo saengii... Yaa! tapi kau juga menangis..” Hyunsoo terkekeh sambil menghapus sungai kecil di pipi adiknya.

“Eo?! Aku tidak menangis hyung.. ini namanya terharu!” jelas Ara. “Jja! Kita tidur, sepertinya hantu hutan ini merasuki ku tadi!” canda Ara dan membaringkan badanya. Hyunsoo pun tersenyum melihat kedua dongsaengnya tertidur.

FF Zoo Family~The Power Of Love~ || Part 3

-Part 3-
Ara terbangun, dengan mata yang masih separuh terbuka Ara tidak melihat Minri dan Seulra tidak ada di tempatnya. Dia membangunkan Kyuhae dan Hyunsoo.kyuhae tebangun tapi masih setangah sadar. Sedangkan Hyunsoo malah menigau tak karuan.

“Hyung.. Oppa.. Ironaa!! Ke mana Minri dan Seulra eon?!” tanya Ara dengan suara yang pelan.

“mungkin mereka ke toilet..” jawab Hyunsoo menggeliatkan badannya.

“Aiisshh.. Oppa! Ottokhae?” Ara menatap Kyuhae dalam.

“Mungkin memang mereka ke toilet.. Jja! Kita lihat..” jawab Kyuhae berusaha menenangkan Ara.

Saat mereka berdua keluar kamar, mereka mendengar suara tangis yeoja dan suara tawa beberapa orang pria. Kyuhae dan Ara langsung bergegas masuk ke kamar mereka.

“Oppa.. ottokhae? Bagaimana jika terjadi sesuatu..” Ara mulai terisak, tapi suaranya kedengaran sangat kecil.

“Yakk! Jangan berpikiran buruk. Sekarang kita harus keluar dari sini. Mencari tempat aman untuk memikirkan cara membaskan mereka.” Jelas Kyuhae dan menyuruh Ara merapikan barang-barang mereka. Kyuhae pun membangunkan Hyunsoo.

“Hyung.. Irona.. jebal Hyung!!!” Kyuhae mengguncang tubuh Hyunsoo dan begitu Hyunsoo bangun dia langsung menutup mulut hyungnya sebelum Hyunsoo mengoceh. “Kita harus keluar dari sini sekarang! Nanti akan kami jelaskan!” kata Kyuhae. Tidak tahu apa-apa Hyunsoo hanya mengikuti saja. Merima tasnya yang Ara kasih.

Kyuhae membuka jendela dan melihat situasi, lalu melompat yang kemudian di susul Ara dan Hyunsoo. Mereka lari masuk ke hutan. Merasa sudah cukup jauh mereka berhenti. Tersadar bahwa mereka hanya bertiga, Hyunsoo pun sontak bertanya. Kyuhae dan Ara menjelsakan semuanya ada Hyunsoo.

“Oke! Kita harus bertindak! Ara mana tab mu?!” Ara mengeluarkan tabnya. “aish.. tidak ada signal!” Hyunsoo mengacak rambutnya frustasi dan Ara mengambil tabnya kembali. “Kyuhae, apa kau bawa alat tulis?” pinta Hyunsoo dan Kyuhae mengeluarkan bebarapa kertas dan pena.

Hyunsoo memberi arahan pada dua dongsaengnya itu dan mencoretkannya di atas kertas itu. Ara dan Kyuhae menyimaknya dengan baik. Sesekali mereka memberi tambahan jika mereka merasa itu ganjal. Setelah selesai melakukan diskusi penting itu, mereka memutuskan istirahat di situ juga. Karena mereka juga lelah dan besok mereka harus bangun pagi sekali untuk mengawasi rumah aneh itu.

Minri dan Seulra tersadar dari obat bius mereka. Melihat sekeliling mereka yang banyak dus dia atas rak-rak dan jerigen serta tong yang berisi bahan kimia. Ternyata zat-zat itu untuk membuat berbagai obat terlarang. Dengan tangan dan kaki yang masih terikat mereka mendekatkan diri satu sama lain.

“Yaa.. Ottokhae?! Bagaimana dengan mereka” Minri ketakutan dan suaranya terdengar sangat pelan. Mereka berdua sadar kalau mereka teriak maka Yuan dan penjahat itu akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Gwenchana.. aku yakin mereka sekarang jauh dari sini. Di suatu tempat untuk memikirkan cara menangkap pernjahat itu dan membebaskan kita..” Jawab Seulra yang tetap berusaha senyum. Dia berusaha agar Minri tetap tenang, walaupun sebenarnya dia juga sangat takut jika terjadi sesuatu.
“Bagaimana kau tau?!” tanya Minri heran. Dan seulara melihat ke arah pintu yang terbuka. Ternyata Yuan masuk kedalam ruangan itu.

“Minri dan Seulra, di mana mereka?!” Yuan menaikkan volume suaranya.

“Molla!” sahut Seulra dingin. *parrr* Yuan menampar Seulra saat itu juga. Seulra sangat benci jika ada orang yang kasar padanya. Minri yang melihat itu hanya bisa diam mematung.

“YAAAA!!! LEE YUAN!!!! NEO MBOYA?!” pekik Seulra yang sudah sangat marah. Mata merah dan rambutnya yang mulai acak-acakan semakin jelas memperlihatkan kemarahannya.

“Nan?! Lee Yuan imnida. Putra tunggal ketua organisasi Naga hitam, Lee Changhong. Pengedar narkoba yang paling dicari di asia!” Jawab Yuan santai dengan aura setan di sekitarnya.

“Neo, taehanminguk saram aniya?!” cetuk Minri.

“Uri taehanminguk saram. Keunde, uri halboji jonguk saram.” Jelas Yuan kali ini lebih biasa.

“Yaa!!! Yuan-sshi.. Nan arra, neo joheun saramiya.. Jebal, lepaskan kami!” Minri mengeluarkan air matanya. Seulra tak tahan melihat Minri menangis.

“Yaa!! Tak ada gunanya kau memohon sampai menangis gitu Minri-yaa.. Jika makhluk ini baik, dia tidak akan mungkin menyekap temannya sendiri!” Sahut Seulra menatap Yuan tajam.

“Kau benar! Lalu bagaimana dengan saudara mu yang lainnya?! Apakah kalian yakin mereka akan menyelematkan kalian?!” Yuan benar-benar dingin menanggapi kedua yeoja ini.

“Nan oppa-rang dongsaeng-rang mido! You don’t know anything about them!” mata Seulra terbelalak lebar, air matanya juga mulai menetes. Minri masih terisak memikirkan nasib mereka.

“Jinjja?! Are you sure? Joa, kita lihat saja nanti!” Yuan mendekatkan wajahnya kepada Seulra dan menatapnya tajam. Karena Seulra terlanjur membencinya dia membalas tatapan itu jauh lebih dalam, seperti menantang namja di depannya.

FF Zoo Family~The Power Of Love~ || Part 2

-Part 2-
Esok paginya, Mereka berlima sarapan dengan bekal ala kadarnya. Setekah sarapan mereka merapikan tempat dan tenda mereka gulung kembali. Berjalan meneusuri hutan yang tak di temukan ujungnya ini. Berjam-jam mereka jalan, Minri menemukan sebuah rumah yang sepertinya masih berpenghuni.
Di hanok milik Halboji, para tetua masih heboh memikirkan keadaan kelima anak itu. Sudah berkeliling desa bertanya kesana-kemari membawa alamat *ehh kan ngawur –skip ulang— membawa foto anak-anak ini. Jieun terus menangis melihat situasi ini. Wookie melapor kepada pihak polisi daerah. Hoya dengan keterampilannya mencoba melacak keberadaan anak-anaknya melalui signal ponsel mereka. Tapi karena posel kelimanya mati, usaha Hoya pun jadi sia-sia. Kembali ke hutan. Kyuhae melihat jam tangannya ternyata sudah jam 18.30.

“Yakk!!! Itu ada rumah!!” Minri menunjuk ke sebuah rumah yang bisa di bilang cukup besar di tengah hutan seperti ini.

“Geure.. Ayo kita ke sana!” Ajak Hyunsoo. Sampainya di rumah itu, Hyunsoo mengetok pintunya. Tak berapa lama pintunya pun terbuka.

“Annyeong haseo..” mereka berlima membungkukkan badan melihat seorang namja yang kira-kira usianya sebaya dengan Minri. Berwajah tampan, berbadan tinggi dan cukup kekar.

“Ohh.. Lee Yuan?!” cetuk Minri ketika dia melihat namja itu.

“Minri?! Kenapa kau bisa ke mari?!” tanya namja yang bernama Yuan walaupun wajahnya kelihatan gugup. Gugup karena bingung dengan kehadiran mereka atau gugup karena hal lain.

“Juisunghabnida.. kami sebenarnya tersesat dari hutan pinus hingga ke mari..” Jelas Hyunsoo. “kalau boleh kami ingin menumpang di sini selama semalam. Atau kau bisa langsung mengantar kami ke desa sekarang.” Sambung Hyunsoo lagi.

“kalau ingin kembali ke desa memakan waktu dua jam lebih dari sini. Lebih baik kalian tinggal di sini dulu, besok pagi saja kalian aku antar.” Jawab Yuan dan mempersilahkan mereka masuk.

“Kamsahamnida..” mereka berlima kembali membungkuk berterima kasih. Di sisi lain Ara seperti memikirkan sesuatu.

Mereka makan malam bersama. Setelah itu mereka tidur di sebuah kamar yang di sediakan Yuan. Kata Yuan hanya ini kamar yang layak mereka tempati untuk malam ini. Yuan keluar dari kamar mereka, meninggalkan lima kakak beradik ini di kamar itu.

“Kenapa tidak ada kamar mandinya?!” Minri mengelilingi kamar itu.

“Waeyo?! Kau ingin buang air eon?!” Tanya Ara.

“Anida.. Tapi bagaimana kalau nanti ada yang kebelet?!” kata Minri memasang muka innocentnya.

“Tenang.. pas di hutan tadi aku sudah mengeluarkannya..” dengan santainya Hyunsoo menjawab.

“Aisshh.. Kau ini!” Seulra menjitak kepala Hyunsoo. Karena lelah namja itu hanya mendengus kesal.

Ara menemukan colokan listrik dibalik tempat tidur. Dia men-charge tab-nya, dia menggunakan tablet karena dia hanya membawa charge tabnya saja. Dia nyalakan tab-nya dan ternyata dia mendapat signal. Dengan cepat dia mengirimkan email kepada Hoya. Isinya kalau mereka berlima baik-baik saja. Ara tahu pasti orang tuanya sangat khawati pada mereka semua.
Di hanok halboji. Hoya membuka ponselnya yang baru mendapat email masuk. Hoya langsung memanggil semua penghuni hanok tersebut. Terdengar suara gadu yang berasal dari hentakan kaki mereka yang menuju ke ruang tv di sana.

“Aku mendapat email dari Ara!” Kata Hoya yang dimatanya sudah seperti danau.

“Oppa ayo buka! Palli!!!” Suruh Jieun yang sudah menangis di rangkulan Wookie.

“Ne.. Palli..” Tambah Wookie. Hoya pun membuka email tersebut dan membacakannya.

Hoya appa, Wookie appa, Jieun eomma, halboji dan halmoni..,
Mianhae baru mengabari kalian sekarang..

Kami tersesat di hutan. Tapi kalian tidak perlu khawatir..
Tadi sore kami menemukan sebuah rumah di sini. Ternyata pemiliknya teman Minri eonnie, namanya Lee Yuan. Namja itu baik tapi menurut Ara dia sangat aneh. Seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah ini juga sangat aneh. Sebuah rumah ditengah hutan, apa namja itu tidak takut di sini?! Ara lihat dia juga tinggal sendiri. Dia bilang orang tuanya di luar negeri. Mana ada orang tua meninggalkan anaknya sendirian di hutan. Aneh!!

Sekarang yang lainnya sedang tidur. Hanya Ara yang masih terjaga karena masih kepikiran apa yang akan terjadi dan memikirkan kekhawatiran kalian pada kami..

Hoya appa dan yang lainnya..
Mungkin besok kami akan kembali. Tapi ntah kenapa Ara tidak yakin kalau besok kami cepat kembali. Jika besok kami belum kembali doakan kami ne. Mungkin hal yang Ara takutkan akan terjadi..
Semoga itu tidak benar-benar terjadi. Ara takut appa. Kejadian seperti ini saja sudah Ara mimpikan kemarin, tapi Ara hanya menganggapnya mimpi biasa..

Hoya appa, bisakah appa mencari tahu siapa itu Lee Yuan?! Ara tidak yakin dia benar-benar baik menolong kami. Kenapa Minri eon bisa sebodoh itu mengenalnya?!

Ahh Appa..
Sudah dulu ne. Ara sudah mulai lelah..
Besok jika signal bagus seperti ini, Ara akan mengirim email lagi..
Appa dan yang lainnya bantu kami keluar dari sini dengan doa..
Oke! Jaljayo!!^^

Hoya membacakan isi email Ara dengan menahan tangisnya. Tangis Jieun da hlmoni semakin menjadi-jadi. Hoya tidak mau berlama-lama dan langsung mencari identitas Lee Yuan. Hoya tiba-tiba terkejut setelah membaca sesuatu yang dia dapat dari penelusurannya di internet.

“Wae?!” Tanya Wookie yang melihat ekspresi Hoya yang berubah itu.

“Hyung.. Ayo berdoa supaya mereka tidak kenapa-kenapa..” Kalimat itu yang terlontar dari mulut Hoya. Semua mata shock dan mengeluarkan air.

Tengah malam Seulra bangun karena kebelet buang air. Dia membangunkan Minri karena hanya Minri yang gampang untuk di bangunkan. Minri pun bangun dan membantu Seulra mencari toilet. Tapi saat pintu yang belum mereka buka, di buka Minri tiba-tiba. Mereka berdua kaget. Melihat Yuan duduk dengan 3 orang pria yang badannya seperti bodyguard itu. Minri dan Seulra takut melihat cara Yuan menatap mereka.

“Waeyo Minri-ssi?” Tanya Yuan menyunggingkan senyumnya. Senyum yang penuh dengan kelicikan.

“A.. Aniyaa... Kami hanya mencari toilet..” Jawab Minri berusaha santai tapi suaranya bergetar.

“Mari biar aku antar..” Yuan mengantar mereka berdua ke toilet. Karna takut mereka berdua masuk bersama. Saat mereka keluar mereka tidak melihat seorang pun. Namun, ternyata mereka berdua di bekap sampai pingsan. Dan di bawa ke ruangan tadi.

FF Zoo Family ~The Power Of Love~

Annyeong kali ini Admin Nemo bakalan Ngasih FF.. ^^* Tapi ini tentang Zoo Family ..
Walau bukan buatan sendiri tapi Mimin salah satu Cast-nya ..Happy Reading.. !! ^-^)/

Creat by : Haura Jung
Tittle       : ~The Power Of Love~
Genre     : Family,Comedy,Action,Romance
Cast       : - Ryewook (Super Junior) as Ryewook (Appa)
                - Hoya (Infinite)  as Hoya (Appa)
                - Ray Nanda   as Jieun (Oemma)
                - Riisha Chan   as Minri (anak pertama)
                - Hasbi Assiddiq  as Hyunsoo (anak kedua)
                - Feni Elfira Zulfis  as Seulra (anak ketiga)
                - Aan Fishy Elf     as Kyuhae (anak keempat ) <---*ini Admin Nemo ^^
                - Haura Jung   as Ara ( anak terakhir / kelima )

Kali ini gue bawa fiksi yang paling lain dari beberapa fiksi gue sebelumnya. Awalnya ini fiksi mau gue buat comedy, tapi gak tau kenapa pas di pertengahan tiba-tiba aja jadi action-___-“ Kenapa judulnya “Power of Love”?! Yapp.. kekuatan cinta. Tapi bukan antara namja dan yeoja. Ini kekuatan cinta di dalam sebuah keluarga. Antara ayah, ibu, kakak, dan adik.
Mungkin akan banyak typo di mana-mana. Mianhamnida..^^
Oke! Happy reading juseyo^^

~PART 1~


Seorang yeoja masuk ke kamar seorang namja, membuka gorden jendela kamar itu sehingga sinar matahari menembus dari kaca. Belum juga terbangun, akhirnya yeoja itu mengguncang bahu, memukul namja itu dengan guling namun namja itu tidak juga bangun.

“Hyung!!!! Ironaaaa!!!! Aigooo... Kau ini kuda atau kerbau sih?!” oceh yeoja itu penuh emosi.

“Berisik Ara-yaa!!!” pekik namja itu memanggil nama adik perempuannya.

“Yakk!!!! HYUNSOO HYUNGGGG!!!!” kali ini teriakan yeoja itu menggelegar cetarrr membahana badaaii. *ini kenapa jadi tante-tante coba’-‘?)*

“Ara-yaa... Aku lelah, letih, lesu karena lembur mengerjakan tugas ku. Bisakah kau membangunkanku dengan lebih lembut supaya aku lebih semangat untuk bangun?! Mengertilah ara-yaa” jelas namja yang dipanggil Hyunsoo ini.

“Nde nde arraseo... ekheemm.. Hyunsoo hyung, ahh ani! Hyunsoo oppa.. irona.. kau tidak takut terlambat sekolah.. mandi dan turun EOMMA SUDAH SIAPKAN SARAPAN UNTUK KITA!!” tiba-tiba Ara menaikkan volume suaranya.

“ARRRGGGHHHH!!!! Arraseo!! Arraseo!!! Aku bangun!!” pekik Hyunsoo lalu bangkit dari kasurnya. “Dasar kau yeodongsaeng menyebalkan!! Makhluk aneh!! Monyet sarap!! Eohh kenapa si Hyukjae bisa suka dengan adikku ini!!” oceh Hyunsoo sendiri sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Hyung!!! KAU BILANG APA BARUSAN????!!!!” pekik Ara yang sedikit mendengar ocehan tak jelas Hyunsoo.

“Aniyaa... Tiba-tiba saja perutku mules..” Hyunsoo segera masuk dan mngunci pintu kamar mandi.

“Eohhh!! Awas saja kau Kuda lumping!!!!” Teriak Ara menghentakkan kakinya sambil menunjuk-nunjuk Hyunsoo yang sudah menghilang dari hadapannya.

Ara menuruni tangga dan mengambil tempat di kursi makan yang disana sudah duduk kedua appanya(?). Eomma dan kedua eonnienya sibuk mundar-mandir mempersiapkan sarapan pagi mereka.

“Ara~yaaa... bantu kami!” omel seorang eonnienya, Minri.

“shireo! Kau, Eomma dan Seulra eonnie sudah bertiga, tenaga kalian sudah cukup untuk mempersiapkan semuanya. Dan aku?! Aku sendirian membangunkan si jerapah dan si kuda itu. Eohh.. mana si kuda itu sangat susah di bangunkan!” Oceh Ara yang baru selesai meneguk segelas air putih.

“suara mu itu sudah lebih dari cukup untuk membantu kami membangunkan kedua namja itu, Ara~yaa.. Kalau kau tidak ingin membantu, yasudah itu tidak menjadi masalah.” Sahut eomma mereka.

“Ne eomma..”

“Ara~yaa.. bagaimana pun juga Hyunsoo itu oppa mu..” sambung Hoya salah satu(?) appa mereka.

“Arraseo appa..”

“eohhh.. beginilah kalau makhluk paling rusuh di rumah ini sudah bertengkar” kali ini Seulra angkat bicara sambil membawa mangkuk berisi bubur kehadapan Hoya dan Ryeowook.

“Gomawo chagiyaa” kata Ryeowook pada Seulra yang dibalas senyum khasnya.

“Jieun~aahh.. tolong buatkan aku dan Ryeong coffee ne..” pinta Hoya sedikit berteriak.

“Ndee... cakkamman” sahut Jieun yang berteriak ddari dapur.

Jieun membawa coffee kesukaan kedua nampyonnya dan duduk didepan Hoya, Minri dan Seulra juga sudah duduk bersebelahan disamping eomma mereka. Kyuhae dan Hyunsoo turun dari tangga, Kyuhae mengambil posisi diantara Hoya dan Ara, Hyunsoo duduk di sebelah Seul Ra. Semua mulai menikmati sarapan mereka masing-masing. Minri membuka topik pembicaraan di sana.

“Hyunsoo aku sering melihat timeline mu, kau sedang dekat dengan seorang yeoja yaa?! Siapa dia? Apakah dia cantik? Dia orang mana saeng?” tanya Minri penuh antusias.

“Ahhh noona, dia hanya teman ku. Mana mungkin seorang Hyunsoo berpacaran” Hyunsoo mencoba menjawab.

“Aku pegang kata-kata mu hyung.. hihihi..” Goda Ara.

“Nde.. aku jamin itu!” tegas Hyunsoo yakin.

“sudah sudah! kalian jangan betekak!(bahasa apa ini’-‘?) Cepat kalian habiskan sarapan kalian atau kalian appa tinggal!” ancam wookie yang baru saja meminum seteguk air putih dan siap-siap meninggalkan ruang makan dan kemudian di susul Hoya.

“Wookie appa kami ikut ikut appa!” pekik Minri dan Seulra.

“Hoya appa aku ikut appa” kata Kyuhae menyusul Hoya.

“Nado Hoya appa” sambung Ara menghabiskan susunya.

“Eomma, beri Hyunsoo saran untuk menumpang sama siapa..” Hyunsoo mulai kebingungan memilih siapa yang akan dia mintai tumpangan
“Sudah kau jalan kaki atau naik sepeda saja..” jawab Jieun sambil menahan tawa membereskan meja makan mereka.

“Ahhh... Na kalkae!” Hyunsoo mulai streess dan memilih pergi.

Di teras semua mau memasuki mobil, tapi Hyunsoo datang dan menghentikan mereka. Seulra yang sudah sempat separuh badannya masuk ke dalam mobil langsung marah pada Hyunsoo.

“Yakkkk!!!! Hyunsoo!!! Ada apa lagi sih?!” omel Seulra dan yang lainnya mengangguk.

“Nde hyung ada apa?!” Kyuhae menanyakan hal yang sama.

“Minri noona dan saengdeul ku yang kyeopta..” kata Hyunsoo dan Ara memasang emot(?) seperti orang ingin muntah. “Kita berlima kan satu sekolah, kenapa kita tidak menumpang di satu mobil appa yang arahnya sama. Kalau kita menumpang mobil Hoya appa, kasihan appa dia akan putar arah lagi. Lebih baik kita semua di mobil Wookie appa saja” jelas Hyunsoo dengan gaya seperti profesor.

“ahhh... Hyunsoo benar! Bisa-bisa appa terlambat.. Hyung antarkan anak-anak ne..” kata Hoya.

“Arraseo... Kajja chagi~yaa..” ajak Wookie.

Sampainya di sekolah semua mata tertuju pada lima makhluk ini. Minri, Hyunsoo, Seulra, Kyuhae, dan Ara berjalan sejajar. Para yeoja sibuk berteriak memanggil nama Hyunsoo dan Kyuhae, dan mereka berdua membalas dengan senyuman ramah. Para Namja menggoda Minri, Seulra dan Ara, mereka juga membalas dengan senyuman. Tapi Ara malah sibuk menganggukkan kepala menikmati alunan musik yang dia dengar dari earphonenya. Minri, Hyunsoo, dan Seulra berbelok ke arah kelas mereka. Yaa mereka bertiga sekelas, cukup aneh kakak dan adik berbeda usia sekelas. Begitu juga Kyuhae dan Ara, apalagi mereka berdua sebangku. Walaupun gitu, mereka tetap berusaha mengerjakan tugas sekolah sendiri-sendiri, hanya sesekali mereka saling meminta bantuan.

-skip-

*kkkkrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnngggggggg* bel istirahat berbunyi.

“Oppa.. kajja kita ke kantin!” ajak Ara pada Kyuhae. Tidak heran, walaupun Ara memiliki dua oppa, tapi dia hanya memanggil oppa pada Kyuhae.

“Ndee kajja!”

Mereka berdua berjalan menuju kantin. Di sana juga sudah ada Minri, Hyunsoo dan Seulra. Mereka langsung duduk di bangku kosong di antara Hyunsoo dan Seulra.

“Kau tidak pesan makanan saeng?!” tawar Seulra

“Ahh, aniya eonnie. Aku sudah kenyang, aku ingin Orange Juice saja..” jawab Ara.
“Bagaimana dengan mu?!” tawar Seulra pada Kyuhae.

“Nado noona. Bubur eomma tadi sangat enak, tak sadar aku makan sangat banyak..” jawab Kyuhae.

“Arraseo..”

“ahh ne.. Besok kan kita mulai libur, kita ajak appa sama eomma liburan ke rumah Kim. Halboji yuk saeng?! Aku rindu halmoni..” usul Minri.

“Nde!! Sudah lama kita tidak pergi ke desa!” sahut Seulra antusias.

“Nado!!!” Sahut Ara, Kyuhae, dan Hyunsoo tak kalah heboh.

“Okay! Nanti malam saat kita kumpul di ruang tv kita bilang ke eomma dan appa.” Sambung Minri.


-skip-

“Ara-yaa.. kau saja yang bilang ke eomma sama appa. Kau tahu kan wookie appa kalau marah gimana?! Bisa-bisa bulu keteknya terbang-terbang.” kata Hyunsoo.

“Hyung, kau namja tertua disini. Haruskah aku yang melakukannya?! Aku kan magnae di sini!” tolak Ara dan melanjutkan aktivitas bersama laptop kesayangannya.

“Ayolaah saeng.. Diantara kita kau yang paling berani sama Wookie appa. Dan hanya padamu Wookie appa tidak mau marah.” Kali ini Minri angkat bicara dengan gaya memelas. Satu persatu Ara melihat wajah saudara-saudaranya.

“Tapi kenapa harus aku?! Appa tidak akan marah, percayalah! Kita kan hanya mengajaknya ke rumah Kim. Halboji” Ara terus menolak.

“Ayolah saeng.. Kalau kau berhasil aku akan membantu memanjat pagar belakang sekolah..” Kali ini Seulra yang mencoba membujuk dongsaengnya ini dengan menawarkan jasanya untuk membantu Ara bolos saat hari jumat.

“Tidak perlu eonnie.. Kau lupa aku ini siapa?!” Tolak Ara, Yeoja ini memang keras kepala. Akhirnya keempat makhluk tadi meninggalkan Ara. Mereka berempat mengadakan rapat dadakan di perpustakaan mereka.

“Ahhh.. ottokhae?! Eohh! Dasar monyeettt!!!! Selalu saja begitu!” oceh Minri sambil menghempaskan dirinya di sofa.

“Ahh! Kyuhae! Kau belum ada usaha membujuk Ara!! Kau sebagai oppanya jangan diam saja!!” omel Hyunsoo, Seulra dan Minri pun mengangguk.

“Hyung, Minri noona, dan Seulra noona, yang Ara bilang itu benar. Wookie appa tak mungkin marah, kita kan mengajaknya berlibur ke rumah Kim. Halboji jadi mana mungkin dia marah.” Sahut Kyuhae. “Lebih baik kita coba sendiri saja, jika Appa tidak mau baru kita minta bantuan Ara..” sambungnya lagi.

“Keure! Kajja!!” Kata Seulra dan yang lainnya menyusul langkah Seulra.

Saat mereka berempat datang, ternyata Ara sudah duduk dengan eomma dan kedua appa mereka. Melihat kedatangan mereka Ara mengeluarkan senyum yang aneh. Memang gadis ini aneh!. Dan yang lebih anehnya Wookie juga cengengesan. Memang makhluk-makhluk yang aneh!

“Appa sudah tau semuanya. Kalian ingin liburan ke rumah halboji kalian kan?! Jja! Besok pagi kita semua berangkat!” kata Ryeowook. Bukannya senang tapi Minri, Hyunsoo, Seulra, dan Kyuhae malah heran.

“Secepat itukah appa?!” kata Hyunsoo melirik Ara.

“Wae?! Bukan kah besok kalian sudah libur?” kata wooke.

“Ahh ne appa.. Gomawoyo appa!!” Kata Minri mengalihkan pembicaraan walaupun sebenarnya mereka masih bingung. Ara memasang wajah cool saat mereka berempat meilhat ke arahnya.


-skip-

Jam menunjukkan pukul 23:40, Hoya ke balkon kamarnya, dia melihat Ara duduk di ayunan pinggir kolam renang. Yeoja ini masih berkutat dengan laptopnya. Anehnya dia malah tertawa sendiri. Karna tak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya ini, Hoya datang sambil membawakan selimut.

“Eoh! Appa!!” Sapa Ara yang tubuhnya sedang di selimuti Hoya.

“Sedang apa kau? Kenapa jam segini belum tidur?” tanya Hoya memperhatikan layar laptop Ara.

“Look!! They were still blue.. ahahaha” Kata Ara memperlihatkan foto-foto saat dia dan saudaranya masih balita.

“Sekarang mereka tumbuh lebih dari baik.” Sahut Hoya.

“Ne appa. Gomawo sudah membesarkan kami. Look! Minri dan Seulra eon, dari kecil mereka sudah terlihat pandai berpose di depan camera. Pantas saja mereka selalu kebanjiran tawaran menjadi model. Hyunsoo hyung, dari tadi aku hanya melihat dia mengikuti gaya Minri dan Seulra eonnie. Kyuhae oppa, dia hanya duduk di sebelah appa dan sesekali dia dengan eomma. Sedangkan wookie appa sepertinya yang mengambil foto-foto ini.” Jelas Ara mencoba menelusuri foto-foto lama itu, dan terus menekan tombol panah di laptopnya.

“Wait! Ini video saat kau menari kan?! Ayo buka appa mau lihat!” Goda Hoya, dan langsung menekan tombol Enter.
“Ahhh appa!!! Ini sangat memalukan!!! Don’t watch it!” Ara berusaha menutup layar laptopnya. Tapi Hoya memegang laptop Ara. Karna takut laptopnya jatuh Ara membiarkan saja appanya melihat itu.

“Aigooo... Chagiyaa! Kyeopta!! Ahahaha..” Kalimat yang terus di ucapkan Hoya melihat video Ara menyanyi dan menarikan Gom Se Mari.

“Appa kembalikan laptop ku!!!!” Kata Ara yang sebenarnya juga menahan tawanya melihat video itu.

“Appa akan kembalikan kalau kau mau menarikannya lagi! Otthe?” Kata Hoya.

“Appaaa!!!!” Ara memelas.

“Ayolahh.. lagi pula tidak ada orang disini!”

“Arraseo!!” Ara berdiri dan kemudian mulai bernyanyi sambil menari.

“Gom se ma-ri-ga
han chi-be-yi-so
appa gom
eomma gom
aegy gom
appa gommun tung-tung-hae
eomma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da...”

“Hanbonman!!!” Kata Hoya sambil menahan tawanya melihat Ara dengan polosnya menarikan lagu anak-anak ini.

“Appa!!!!” Ara menghentakan kakinya.

“Jjja!!!! Gom se ma-ri-ga.. han chi-be-yi-so..” Hoya juga berdiri dan ikut bernyanyi sambil menari. Melihat itu Ara tertawa dan juga menari lebih semangat.

Sangat jarang melihat pemandangan seperti ini. Padahal saat ini sudah jam 1 malam. Ternyata Hyunsoo juga terbangun. Ntah karena dia tidak bisa tidur atau dia terbangun karena mendengar suara berisik Ara dan appa mereka.

“Yakk!!! Kenapa kalian tidak mengajak ku kalau kalian sedang senam(?) malam?!” Kata Hyunsoo yang sedang berlari di pinggir kolam menuju arah mereka.

Mereka bertiga menari dengan semangat sambil menyanyi. Menggoyangkan pinggul ke kanan dan ke kiri, berputar-putar, bergaya sesuka mereka. Karna asiknya mereka tidak sadar kalau Minri, Seulra, Wookie, dan Jieun juga melihat mereka dari jendela kamar masing-masing. Mereka semua yang melihat pemandangan itu tertawa tapi meneteskan air mata. Apa mereka terharu?! Hmmm.. betapa mengharukannya pemandanga malam ini. Keluarga yang aneh ternyata bisa menjadi keluarga yang sangat bahagia. Kenangan masa lalu yang indah ternyata bisa menjadi pengikat kebersamaan. Kenangan yang buruk bisa menjadi penguat dari terpaan angin. Kenangan masa lalu adalah kuncinya.


-skip-

“Kajja!!!!” Teriak Wookie dan Hoya yang bersemangat sambil memasukkan barang-barang ke bagasi mobil khusus di keluarga ini.

Minri, Hyunsoo, Seulra, dan Kyuhae keluar rumah dan heboh mebawa tas ransel mereka masing-masing. Di kamarnya Ara sibuk memasukkan barang-barang penting di tasnya.

“Laptop, charge laptop, charge handphone, snack, ahh obat luka! Daripada saat kami bermain nanti tidak ada persediaan bisa bahaya..” ocehnya sendiri. Setelah mengancing tasnya Ara pun keluar.

“Ara-yaa.. Palli!!” teriak Hyunsoo dan yang lainnya karena mereka sudah di dalam maobil. Hanya tingga Ara yang belum masuk.

“Ahh ne!!! OMO!! Camdi!!! Apa kalian sudah membawanya?!” Tanya Ara panik.

“Ahh.. Camdi!! Camdi!!” Semua orang di mobil heboh.

“Ara-yaa.. Appa lupa membawanya!” Teriak Wookie dari kursi pengemudi.

“Nado!!!” sahut yang lainnya serentak.

“Ahh ne!! Cakkamman!!” Ara berlari membuka pintu rumah dan masuk. Begitu keluar dia langsung membawa 3 Camdi milik mereka. Mengunci pintu dan masuk ke mobil.

“Igo Wookie appa. Igo eomma. Dan ini punyaku!” Kata Ara sambil memberikan Camdi ketangan pemiliknya masing-masing.

“Ara-yaa! Camdi ku mana?!” Kata Kyuhae.

“Kalian berempat tidak usah merepotkan diri kalian sendiri. Urusan photografer biar aku saja. Kalian cukup berpose saja!” jelas Ara. “Appa kajja!!!!” sambungnya lagi menyuruh Wookie menjalankan mobil.

“Kajjjaaaa~~!!!!!” Semuanya bersorak ramai.

Diperjalanan semua sibuk makan bersama snack yang mereka bawa. Hyunsoo mendongengkan pengalamannya yang membuat mereka tertawa sampai makanan yang di makan keluar dari hidung. Ketika Wookie memutar tip mobil itu dengan lagu-lagu Super Junior dan Infinite yang bernada riang, seketika mobil gaduh.

“Noongamgo geudael geuryuhyo mamsok geudael chajajjyo nareul balkhyuhjooneun bichi boyuh yuhngwuhnhan..” Semua bernyanyi sambil menggoyangkan badan mereka.

-skip-

“Kyaakk!!!!! Akhirnya kita sampai!!” Teriak Ara yang pertama keluar dari mobil disusul yang lainnya.

“Halbojii!!!! Halmoni!!!!” Minri dan Seulra langsung berlari ke rumah Halboji mereka yang sudah menyambut mereka di depan rumah.

“Huaaa... segar sekali udaranya!! Eomma, sini biar aku bantu.” Ara membawakan tas-tas berisi baju itu dan meletakkannya di dalam rumah bersama Wookie dan Hoya.

“Sejak kapan dia seperti itu?! Yakk!! Kyuhae, eomma, apa kalian tadi ada memberinya makanan beracun?” Cerocos Hyunsoo yang heran melihat Ara membantu mereka membawa barang.

“Seingat eomma tadi dia hanya memakan beberapa snack dan minum susu coklat yang eomma berikan.” Jawab Jieun menelusuri keadaan di perjalanan tadi.

“Kau seperti tidak mengenal Ara saja hyung.. Kau tahu kan dia aneh?! Jadi harap maklum.” Sahut Kyuhae meninggalkan mereka membawa koper-koper itu ke dalam rumah tua tapi masih sangat kokoh itu.


“Halboji.. Halmoni.. Kami sangat merindukan kalian” Kata Minri dan Seulra yang sudah duduk bersama Halmoni dan Halboji mereka.

“Kami juga sangat merindukan kalian.” Sahut halmoni memeluk kedua cucunya hangat.

“Halboji.. Dimana Zoolu?!” Tanya Ara yang barusan duduk bersama mereka disana juga sudah duduk Hoya, Wookie, dan Jieun serta Kyuhae. Sedangka Hyunsoo masih sibuk menjadi kuli angkut.

“Di sana.. Dia sekarang sudah sangat besar” Jawab halboji menunjuk kuda peliharaan mereka.

“Huaaaa... Dia lebih keren dari Hyunsoo hyung!” gumam Ara dan berlari menghampiri kuda itu.

“MWO???!!!! KAU BILANG APA?!” pekik Hyunsoo yang ingin duduk tapi malah menghampiri Ara dan Zoolu.

“Zoolu lebih keren dari pada kau, hyung.” Jawab Ara santai dan mengelus-ngelus kuda itu.

“BAGAIMANA BISA KAU MEMBANDINGKANKU DENGAN ZOOLU?!” kali ini Hyunsoo emosi.

“KAU TIDAK PERCAYA?! YAKK!!! SEMUANYA!!! SIAPA YANG LEBIH KEREN? HYUNSOO HYUNG ATAU ZOOLU?!” Ara berteriak bertanya pada tetua yang sedang duduk di teras yang teduh itu.

“ZOOLUUUU!!!!!!!” jawab semuanya serentak.

“IS NOT FAIR FOR ME!!!” Pekik Hyunsoo.

“YOU DON’T NEED TO SCEARM AT ME!!!” Ara juga mulai emosi.

“AKU EMOSI ARA!!!! EMOSI!!!!”

“KALAU KAU EMOSI KAU TIDAK PERLU MEMBUAT AKU JUGA EMOSI HYUNGG!!!! GAK PAKE OTOT JUGA ENAK KALI MASSS!!” Sahut Ara tak mau kalah. Terjadi perang disini.

“EE..EEEE...EEEHHHHKKK” Kali ini Zoolu angkat bicara.

“Mwo?! Anak kecil tidak udah ikut campur!” Hyunsoo berbicara pada Zoolu. Zoolu terjatuh dan tak bisa bangkit lagii *ehh- --skip ulang-- Zoolu memilih duduk dan membiarkan Hyunsoo dan Ara bertengkar.


“Mereka masih sama seperti anak usia 7 tahun” Kata halmoni.

“Begitulah omoni, dimana pun akan tetap seperti itu.” Wookie terkekeh melihat anaknya.

“Bagaimana kalian bertiga?! Apa kalian masih sama?! Seulra apakah kau masih tidak suka dengan kimchi?” Tanya halboji dan seulra hanya menggeleng pelan.

“Hahaha.. Dan kau Minri?! Apakah kau masih suka mencari fancong *ehh.. maksud ku apakah kau masih hobi mengoleksi komik?!” kali ini halmoni yang bertanya.

“Aniya.. sekarang aku lebih suka membaca novel” Jawab Minri santai.

“Dan kau Kyuhae?! Apa kau masih menjadi anak pendiam?” giliran Kyuhae yang di tanya.

“A..” belum sempat Kyuhae menjawab sudah ada yang menjawabnya.

“Ne halmoni!! Kyuhae oppa masih pendiam. Tapi dia sangat update di jejaringsosial. Ya kan hyung?!” Ara dan Hyungsoo yang baru duduk menjawab pertanyaan halmoni.

“Nde halmoni.. Apalagi sekarang dia sangat anti kalau aku melihat isi tasnya. Aku curiga, apa jangan-jangan dia punya melon(?) di dalam tasnya?!” Hyunsoo mencoba menerawang isi tas Kyuhae.

“Sembarangan kau hyung! Tas ku hanya berisi buku!” bantah Kyuhae tegas.

“Kalau gitu pinjam kan aku! Sesama namja kau harus saling berbagi!” Goda Hyunsoo

*pletaaakkkk* Halboji memukul kepala Hyunsoo dengan kipas tradisional di tangannya.

“kalau berbicara sembarangan saja!” omel Halboji

“Halboji.. teganya kau memukul cucu mu yang paling handsome ini.. Ohhh..” oceh Hyunsoo dengan gaya sok sedih+galau+rada alay gimanaaa gitu.

“Hyung.. Please deh! Don’t be an alayers.. No amusing you know?!” Kata Ara.

“Enough is enough!! Kalian kurang kerjaan sekali!” Seulra mencoba menengahi cek-cok tersebut.

“Aigooo... lebih baik kalian berlima pergi melihat desa ini.” Titah pun dikeluarkan halmoni.

“Ne..” sahut kelima spesies makhluk tersebut sambil beranjak dan membawa tas ransel masing-masing.

“Jieun bantu aku menyiapkan makanan!”

“Ne eomonim.”

Halmoni dan Jieun sibuk menyiapkan hidangan makan malam. Wookie, Hoya dan Halboji malah asik menikmati teh hijau sambil berbincang. Sedangkan para anak-anak aneh itu jalan-jalan mengelilingi desa.

“Minri eon! Seulra eon! Look at me!” Kata Ara sibuk mengambil gambar. “Hana... Dul.. Set!” *jepreett* “Huaaaa... Nomu yeoppoddaa!” Ara bergumam kagum melihat foto yang dia ambil.

“Hyunsoo hyung! Jja!” Hyunsoo menoleh saat Ara memanggilnya. Dia langsung memasang ekspresi wajah yang cool.

*jepreett*

“OMO! Hyung, sejak kapan kau bisa memasang wajah seperti ini?!” Tanya Ara yang terheran melihat selca Hyunsoo.

“Wae?! Myeotjin?! Are you envy?!” Goda Hyunsoo.

“WHAT??!! Amit amit makan nasi pake garem hyung gue envy sama lo!” Ara berlalu dari hadapan Hyunsoo menyusul Kyuhae yang berjalan diluan.

“Eohh.. Jeongmal!” Gumam Hyunsoo memasang muka sinisnya melihat Ara. “Untung saja kau adikku. Kalau bukan, udah ku makan kau! Cakkamman! Kuda makan monyet?! Rantai makanan macam apa ini? Eohh.. Yaakk!!! Tunggu aku!!!” Cerocos Hyunsoo dan menyusul yang lainnya.

“Kyuhae oppa!! Hana.. Dul.. Set!” Ara memotret Kyuhae. “Nomu kyeopta!” Gumam Ara dan melanjutkan memotret yang lainnya.

Ara tak lepas dari kameranya, sesekali dia mengambil selcanya sendiri dan selca bersama yang lainnya. Foto-foto dengan pose yang natural berhasil dia abadikan. Saat Hyunsoo dan Seulra jatuh ke lumpur pinggir sawah. Saat Hyunsoo melumuri wajah Minri dan Kyuhae dengan lumpur. Saat Hyunsoo lari di kejar Minri. Dan saat Ara mengambi selca yang di balakangnya Minri, Hyunsoo, Seulra dan Kyuhae bergaya ala mereka sendiri. Penuh lumpur dan tawa, itulah yang terlihat di foto itu.

-skip-

“Kami pulang!!!” Mereka serentak masuk ke dalam rumah.

“Aigoo.. Kenapa kalian kotor sekali?!” Sambut halmoni.

“Cepat kalian mandi, eomma dan halmoni sudah siapkan makan malam.” Perintah eomma dan memenguti tas anak-anaknya yang berserakan di lantai teras.

-skip-

“Huaaa... kelihatannya enak!” Hyunsoo langsung duduk di depan meja yang sudah penuh dengan hidangan tradisional. Yaap! Di rumah ini masih sangat tradisional. Mereka saja makan di teras rumah.

“Seulra! Coba ini!” Hyunsoo menyupi Seulra kimchi tapi Seulra tidak menyadarinya.

“YAKK!! IGE MWOYA HYUNSOO?!” Peki Seulra dengan mulut yang berisi. “Huuueeekkk...” Seula beranjak dari posisinya dan berlari menuju kamar mandi.

“Kau jahil sekali Hyunsoo!” Omel Minri memarahi Hyunsoo, saat yang sama Seulra duduk kembali sambil menatap Hyunsoo sinis.

“Mianhae Seulra-yaa.. Aku hanya bercanda..” Kata Hyunsoo.

“Tapi kau keterlaluan Hyunsoo! Aku hampir kehilangan selera makan!” Seulra sepertinya benar-benar marah dengan kelakuan oppa tak diinginkannya(?) ini.

“Sudah.. Sudah! Aku ingin fokus mau makan! Kalian jangan bertengkar di sini!” Ara mulai emosi. Karena dia semakin bingung ingin mulai makan apa.

“Ige chagi-yaa.. cobalah!” Wookie meletakkan potongan bulgogi di nasi Ara.

“Gomawo appa..” Ara pun memakannya. “Matsidaa!!!” Sambungnya lagi dan suasana kembali seperti semula walaupun tadi sempat terjadi rebutan cumi antara Kyuhae dan Hyunsoo.

-skip-

Hari sudah sangat malam, jam menunjukkan sekitar pukul 10. Karna lelah semua orang sudah tidur, kecuali Ara yang masih asik memindahkan foto-foto tadi sore ke laptopnya. Ditemani secangkir susu coklat hangat dan snack kesukaannya dia duduk di teras. Sesekali dia tertawa melihat ekspresi kakak-kakaknya di foto itu.

“Heyy! Sedang apa kau?! Sudah malam begini masih belum tidur. Tidak capek apa?!” Hyunsoo duduk di sebelah Ara, meneguk susu coklat milik Ara sambil melihat layar laptop adiknya itu.

“Aishh... Kau sendiri kenapa belum tidur?! Aku hanya memindahkan foto-foto tadi.. Look! Ini semua sangat lucu..” Ara menunjukkan semua foto tadi sambil membenarkan letak kaca matanya dan sedikit tertawa.

“Arraeo..” Hyunsoo melirik dongsaengnya yang sedang menahan tawanya. Karna dia juga lapar dengan gampangnya dia memakan snack Ara.

“Hyung! Lebih baik kau ambil snack mu sendiri, jangan habiskan snack ku!” Ara begitu sinis melihat Hyunsoo yang tak henti-hentinya mengunyah makanannya.

“Yakk!!! Tenang Ara-yaa.. kami bawa penggantinya..” Terdengar suara Minri yang keluar dari dalam rumah, Seulra dan Kyuhae juga masih terjaga rupanya.

Mereka berlima bergadang bersama. Bercanda tapi menahan tawa mereka karna tak ingin ada yang terbangun karena suara tawa mereka yang menggelegar. Melihat foto-foto mereka yang berhasil diabadikan Ara.

“Eohh.. cakkamman!” Ara sepertinya terkejut dan kembali menekan panah kiri di laptopnya dan melihat foto Minri, Seulra dan Hyunsoo yang sedang perang lupur. “Igo nuguyo?! Kenapa namja ini melihat ke arah kalian berdua eon?!” Tanya Ara penuh selidik melihat foto itu.

“Ahhh... mungkin dia naksir sama kami..” Canda Seulra.

“Aigooo... kali ini aku serius eon! Lihat matanya! Sorotnya ke kalian itu aneh.” Jelas Ara dan yang lainnya memperhatikan foto itu.

“Ara benar.. dia hanya melihat Minri dan Seulra eon.. Cara dia memandang kalian juga sangat aneh. Tidak bisa dibilang dia menyukai kalian. Tidak terlihat sediitpun kalau dia menyukai kalian.” Jelas Kyuhae yang sedang meneliti foto itu.

“Ahh... sudahlaa.. Kita kesini mau berlibur buakan mau jadi detektif! Jja! Ayo tidur! Ara-yaa matikan laptopmu!” Printah Hyunsoo dan beranjak masuk ke dalam rumah.

“Hooaaammm.... Aku sudah ngantuk sekali!” Gumam Minri yang sudah tidak jelas kedengarannya.

“Oppa..” Ara menahan Kyuhae yang sudah berdiri dan ingin masuk. “Aku tekut terjadi sesuatu..”Sambung Ara.

“Gwenchana Ara-yaa.. Apapun yang buruk aku yakin tidak terjadi.” Sahut Kyuhae menenangkan yeodongsaengnya ini.

“Ne oppa.. Arraseo!”Kyuhae dan Ara pun menyusul yang lainnya yang sudah masuk ke kamar masing-masing.


-skip-

Pagi harinya semua orang terlihat sangat sibuk. Halmoni dan Jieun sibuk menyiapkan makanan, Hoya dan Wookie menyiapkan api di tungku, Halboji memberi makan Zoolu, Kyuhae menimba air, Minri menyapu halaman, dan Seulra sibuk merapikan tanaman-tanaman di sana. Tiba-tiba, terdengar suara gaduh, siapa lagi kalau bukan Hyunsoo yang baru keluar dari hanok. Namja ini berlari seperti kuda lagi nyari WC umum(?).

“Yakkk!!!!! SIAPA DI DALAM!!!” Hyunsoo berteriak menggedor pintu kamar mandi yang sudah reot itu.

“NANEUN!!! Waeyo hyung?!” Sahut monyet.. *ehh- --skip ulang-- Sanut manusia dari dalam kamar mandi itu.

“Ara-yaa.. Jebal palliwa!!! Euuugghhkkkk...” Muka Hyunsoo memerah menahan sesuatu(?) yang tidak pernah terduga kehadirannya.

“Aigooo hyung!!! Aku masih mandi!!!! Kau lebih baik pergi ke kebun belakang, buat saja JAMBAN(?) darurat di sana! Saat ini aku tidak mungkin keluar secepat yang kau harapkan!” Dengan santainya Ara memijat kepalanya yang masih penuh busa.

“YAAKK!!!!! JINJJAAA!!!!!! TUHANN... kenapa kau membierikan aku cobaan yang cukup berat pagi ini?!” Hyunsoo berdoa dengan sedihnya menahan pup yang sudah diujung jalan(?). “Ahhhhkkkk...” Hyunsoo berlari secepat kilat menuju kebun belakang.

“Eohh... Eomma, untuk pertama dan terakhir aku bertanya. Sewaktu eomma hamil Hyunsoo dan Ara eomma ngidam apa sih?!” Minri menghentikan aktifitasnya sebentar.

“Seingat eomma, waktu hamil Hyunsoo eomma ngidam tokek rebus(?) dan waktu hamil Ara eomma ngidam pepes cicak(?).” Jawab Jieun santai.

“MWO??!!!” Ketiga anaknya kaget seperti mendengar halilintar yang cetarrr-membahana-badai-topan-tsunami-gempa-bumi gonjang ganjing! *abaikan!*.

“Pantas saja mereka berdua seperti itu. Lalu? Bagaimana dengan kami?!” Tanya Kyuhae. Kedua noonanya HHC.

“Kalian?! Eomma kalian tidak menginginkan hal-hal yang aneh seperti Hyunsoo dan Ara. Tapi, appa kalian menjadi korban saat jam 1 malam harus mencari buah Durian dan Melon” Jelas Hoya dan Wookie menganggukkan kepalanya.

“Eohh.. itu sih derita Appa laa yaw!” ledek Seulra puas.

“Aisshhh... dasar kau Seulra!” Halboji tiba-tiba datang dan memukul kepala Seulra dengan kipasnya.

“Bukan appa yang memukul mu chagiyaa..” Ledek Hoya dan Wookie serentak. Seulra memasang wajah manyunnya. Akhirnya, Zoolu tertawa puas(?)

“Yakk!! Apa yang kalian bicarakan?!” Ara menghampiri mereka semua. Hyunsoo juga datang, sepertinya dia sudah selesai membuat dan menggunakan jamban karyanya sendiri.

*Pleetaakkk* Jitakan halus mendarat di kepala Ara.

“Yaaikkss!! Appoyo!!!” pekiknya mengelus kepalanya. Ternyata pelakunya adalah Hyunsoo.

“Hehe mianhae!” Hyunsoo hanya cengengesan tak jelas. Karena emosi sudah memuncah Ara tiba-tba melompat.

“Ciaaaaatttt..” Ara mendarat tepat di sebelah Hyunsoo, dia jambak rambut namja itu, dia pites-pites.

“Yaakkk!!!” Tak mau kalah Hyunsoo menggelitiki Ara. Titik kelemahan yeoja ini.

“Aaaaaa.... Hyung!!!!!” Ara berlari ke arah Halboji minta perlindungan. Untung halboji berbaik hati melindungi Ara sehingga Hyunso mengurungkan niatnya. Tapi.. karena terlalu baik.. Halboji mendaratkan kipasnya di kepala kedua cucunya ini. Lagi dan lagi.. Zoolu ngakak sampe guling-guling masa’-‘)/

-skip-

“Ara-yaa!! Palli!!!” Teriak Hyunsoo, nada suaranya tidak terdengar seperti orang marah.

“Nde hyung!!” sahut Ara dari dalam sana.

“Tadi saja perang!” Seulra sepertinya menyindir Hyunsoo yang berdiri antara mereka. Kyuhae dan Minri menahan tawanya.

“Wae?! Apa ada yang ganjal?!” Tanya Ara yang baru datang dan Hyunsoo hanya mendengus kesal ke arah Seulra.

“Mwo?” Seulra tetep tidak berhenti meledek Hyunsoo, ya karna itu hoby yang paling menyenangkan katanya.

“Aniyaa saengi..” Jawab Hyunsoo sok malaikat. “Kajja! Kita pergi sekarang! Kami pergi!!!” Hyunsoo sedikit mengeraskan suaraya pamit kepada eomma dan para tetua di sana.

“Hati-hati!! Kalian cepatlah kembali!!” Sahut eomma dan halmoni.

“Ndee!!!” Mereka pun keluar dari perkarangan rumah itu.

Seperti biasa Ara sibuk mengabadikan momen-momen ini. Jepret sana-sini, tidak hanya mereka tapi juga siput di foto sama Ara. Tapi saat Ara berjalan tergesa menyusul yang lainnya yang sudah berjalan di depan sana, tiba-tiba saja ada yang menabraknya sehingga Ara terjatuh. Ternyata seorang namja, tapi dia memakai cuping yang lebar, sehingga kerna sinar matahari wajahnya tidak kelihatan. Namja tersebut membantu Ara bersdiri dan berkali-kali mengatakan maaf. Setelah itu, dia berjalan tergesa seperti mengejar sesuatu.

“Juisunghabnida ahgassi..”

“Aneh! Sepertinya aku pernah melihatnya. Keunde.. eodiseo?!” Ara bergumam sedirian. Dia sadar kalau dia sudah di tinggal yang lainya. “Yakk!! Tunggu aku!!!” teriak Ara melupakan namja asing tadi.


“Yakk! Kenapa kalian meninggalkan ku?!” Ara memasang muka bete+galau nya.

“Aniya.. tidak ada yang meninggalkanmu. Kau saja yang jalannya lamban.” Jawab Minri santai. “Yakk! Cepat ambil foto kami! Selagi kita di hutan pinus ini!” sambung Minri memerintah Ara.

“Arraseo!”


Mereka sudah jalan cukup dalam di hutan pinus itu. Matahari juga mulai hilang. Pastinya, hari makin gelap. Sepertinya mereka tersesat. Seulra dan Minri memasang wajah ketakutan.

“Yaa!!! Kita sudah sangat jauh berjalan.. hari sudah hampir malam. Ayo kita pulang!” Seulra mulai takut dengan keadaan di sekelilingnya.

“Kajja!” Sahut Hyunso dan Minri serentak. Tapi Seulra, Kyuhae, dan Ara hanya diam mematung.

“Hyung.. sepertinya kita tersesat!” kali ini Kyuhae bicara dengan nada yang sangat pelan.

“Aigooo ottokhae?! Harinya makin gelap” Minri dan Seulra saling merangkul satu sama lain.

Ara mengeluarkan 2 senter dari tasnya. Hyunsoo dan Kyuhae mengeluarkan ponsel, tapi sayang tidak terjangkau signal di sana, sehingga mereka tidak bisa menghubungi para tetua. Hyunsoo dan Kyuhae memberi aba-aba untuk jalan melalui jalan mereka tadi. Tapi karna ini hutan pinus, mereka rasa mereka hanya berputar-putar di situ saja.

“Aku lelah dan juga lapar..” Minri dan seulra terduduk lemas.

“Ige..” Kyuhae mengeluarkan 5 bungkus roti yang dia bawa.

“Sekarang satu-satunya cara adalah kita harus cari tempat aman untuk mendirikan tenda. Malam ini kita tidur di sini.” Ara mengambil keputusan. Dan dia menyenter sekelilingnya. “Di sana! Sepertinya bagus untuk membangun tenda!” Ara memakan rotinya sambil berjalan ke tempat yang dia maksud.

“Hyunsoo hyung, Kyuhae oppa bantu aku!” Printah sang magnae kece ini.

“Yakk!!! Bagaimana bisa kau mempersiap kan ini saeng?!” Tanya Seulra yang heran.

“Tadinya aku hana iseng membawa ini. Tapi ternyata, ini benar-benar di butuhkan.” Jawab Ara sambil mendirikan tenda.

“Tapi bagaimana kalau ada hewan buas?!” Seulra masih tidak yakin dengan keputusan Ara. Ara berjalan mengambil sesuatu dari tasnya.

“Ini! Taburkan garam ini di sekeliling wilayah kita!” jawab Ara menyuruh Seulra dan Minri menaburkan garam.

“Hyunsoo hyung kau buat api unggun ne! Pakai saja ranting-ranting di sana!” Ara menyuruh Hyunsoo, sepertinya magnae jadi komandan-__-“

“Ada manfaatnya juga kau menjadi ketua regu saat camp kemarin!” cetuk Kyuhae yang masih membantu Ara mendirikan tenda.

“Nde. Untung saja aku tidak seperti mereka yang sibuk dengan urusan entertaint masing-masing!” jelas Ara. “Jja! Finished!! Oppa.. apa kau bawa persediaan makanan yang cukup?! Selimut juga, apa kau membawanya?!” tanya Ara.

“Sepertinya semua juga membawa barang-barang itu.” Jawab Kyuhae.

“Great! Tas ku tidak muat jika harus membawa semuanya. Aku hanya membawa alat-alat siaga.. hihi..” Ara terkekeh sendiri. Yapp! Dia merasa prediksi kekhawatirannya terbukti.


Di dalam hanok yang terbilang cukup besar ini, Jieun mondar-mandir menunggu kelima anaknya. Hoya dan Wookie berusaha menghubungi semua ponsel mereka, tapi yang jawab malah mba-mba operatornya. Halboji dan Halmoni turut resah dan terus melihat jam.

“Aigooo.. kenapam selarut ini mereka belum pulang?!” kata halmoni dengan nada resah dan gelisah menunggu di sini *ini kenapa jadi ngelagu’-‘?)*

“Ottokhae?! Aku takut terjadi sesuatu pada mereka.” Jieun mulai menangis dan terjatuh di depan halmoni. Halmoni langsung menenangkan Jieun.


Kembali ke hutan(?). Ara masih terjaga di depan api unggung. Sesekali dia melihat ke dalam tenda, melihat satu persatu makhluk(?) yang di sayanginya itu. Karena merasa sepi Ara bernyanyi sendiri.

“Shining Star! like a little diamond, makes me love..
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo..
Hangsang hamkke halgeora till the end of time..

Oh! Day by Day..
Hangsang nae gyeote..
Geudaega meomoolleo jweo..
Stay in my heart noonbooshin Shining my love..

Neul barago ijjyo hangsang geogieseo wooseumjitgireul..
Ddeut moreul ohaewa iyoo eobneun miwoome himi deureodo..
Deo meon goseul bwayo ije shijakijyo woolgo shipeul ddaen naege gidaeyo..
Boojokhajiman geudael jikilgeyo..
Sarangeun geureohke, cheoeum soonganbooteo chajawa..
gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae..
Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun..

Shining Star! like a little diamond, makes me love..
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo..
Hangsang hamkke halgeora till the end of time.. “

Belum habis Ara bernyanyi, Kyuhae duduk di sebelahnya. Menutupi punggung Ara dengan selimut yang dia bawa.

“Ohh.. oppa! Kau belum tidur?!”

“Dari tadi aku tidak bisa tidur. Kau juga kenapa bernyanyi sendirian?!”

“Ohh.. apa suara ku mengerikan?! Mian!” Ara menundukkan kepalanya.

“Waeyo?!” Kyuhae melihat raut wajah Ara yang berubah.

“Geunyang... aku memikirkan mimpi ku semalam! Sangat buruk!” Jawab Ara menatap kosong ke depan.

“Seburuk itu kan?!”

“Nde.. tapi semoga akhir mimpi itu tidak terjadi!”

“Mwoya?!”

“Ahh.. Anida!! Jja kita tidur! besok kita harus siap-siap mencari jalan keluar..” Ara bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam tenda.

“ssshhh... Dasar monyet aneh!” gumam Kyuhae terkekeh dan ikut masuk ke dalam tenda.
Zoo Family ~Power of Love~

Part 1

Annyeong^^
Author yang paling sarap is back’-‘)/
Kali ini gue bawa fiksi yang paling lain dari beberapa fiksi gue sebelumnya. Awalnya ini fiksi mau gue buat comedy, tapi gak tau kenapa pas di pertengahan tiba-tiba aja jadi action-___-“ Kenapa judulnya “Power of Love”?! Yapp.. kekuatan cinta. Tapi bukan antara namja dan yeoja. Ini kekuatan cinta di dalam sebuah keluarga. Antara ayah, ibu, kakak, dan adik. 
Mungkin akan banyak typo di mana-mana. Mianhamnida..^^
Oke! Happy reading juseyo^^


	Seorang yeoja masuk ke kamar seorang namja, membuka gorden jendela kamar itu sehingga sinar matahari menembus dari kaca. Belum juga terbangun, akhirnya yeoja itu mengguncang bahu, memukul namja itu dengan guling namun namja itu tidak juga bangun. 

“Hyung!!!! Ironaaaa!!!! Aigooo... Kau ini kuda atau kerbau sih?!” oceh yeoja itu penuh emosi.

“Berisik Ara-yaa!!!” pekik namja itu memanggil nama adik perempuannya.

“Yakk!!!! HYUNSOO HYUNGGGG!!!!” kali ini teriakan yeoja itu menggelegar cetarrr membahana badaaii. *ini kenapa jadi tante-tante coba’-‘?)*

“Ara-yaa... Aku lelah, letih, lesu karena lembur mengerjakan tugas ku. Bisakah kau membangunkanku dengan lebih lembut supaya aku lebih semangat untuk bangun?! Mengertilah ara-yaa” jelas namja yang dipanggil Hyunsoo ini.

“Nde nde arraseo... ekheemm.. Hyunsoo hyung, ahh ani! Hyunsoo oppa.. irona.. kau tidak takut terlambat sekolah.. mandi dan turun EOMMA SUDAH SIAPKAN SARAPAN UNTUK KITA!!” tiba-tiba Ara menaikkan volume suaranya.

“ARRRGGGHHHH!!!! Arraseo!! Arraseo!!! Aku bangun!!” pekik Hyunsoo lalu bangkit dari kasurnya. “Dasar kau yeodongsaeng menyebalkan!! Makhluk aneh!! Monyet sarap!! Eohh kenapa si Hyukjae bisa suka dengan adikku ini!!” oceh Hyunsoo sendiri sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Hyung!!! KAU BILANG APA BARUSAN????!!!!” pekik Ara yang sedikit mendengar ocehan tak jelas Hyunsoo.

“Aniyaa... Tiba-tiba saja perutku mules..” Hyunsoo segera masuk dan mngunci pintu kamar mandi.

“Eohhh!! Awas saja kau Kuda lumping!!!!” Teriak Ara menghentakkan kakinya sambil menunjuk-nunjuk Hyunsoo yang sudah menghilang dari hadapannya.

	Ara menuruni tangga dan mengambil tempat di kursi makan yang disana sudah duduk kedua appanya(?). Eomma dan kedua eonnienya sibuk mundar-mandir mempersiapkan sarapan pagi mereka. 

“Ara~yaaa... bantu kami!” omel seorang eonnienya, Minri.

“shireo! Kau, Eomma dan Seulra eonnie sudah bertiga, tenaga kalian sudah cukup untuk mempersiapkan semuanya. Dan aku?! Aku sendirian membangunkan si jerapah dan si kuda itu. Eohh.. mana si kuda itu sangat susah di bangunkan!” Oceh Ara yang baru selesai meneguk segelas air putih.

“suara mu itu sudah lebih dari cukup untuk membantu kami membangunkan kedua namja itu, Ara~yaa.. Kalau kau tidak ingin membantu, yasudah itu tidak menjadi masalah.” Sahut eomma mereka.

“Ne eomma..”

“Ara~yaa.. bagaimana pun juga Hyunsoo itu oppa mu..” sambung Hoya salah satu(?) appa mereka.

“Arraseo appa..”

“eohhh.. beginilah kalau makhluk paling rusuh di rumah ini sudah bertengkar” kali ini Seulra angkat bicara sambil membawa mangkuk berisi bubur kehadapan Hoya dan Ryeowook.

“Gomawo chagiyaa” kata Ryeowook pada Seulra yang dibalas senyum khasnya.

“Jieun~aahh.. tolong buatkan aku dan Ryeong coffee ne..” pinta Hoya sedikit berteriak.

“Ndee... cakkamman” sahut Jieun yang berteriak ddari dapur.

	Jieun membawa coffee kesukaan kedua nampyonnya dan duduk didepan Hoya, Minri dan Seulra juga sudah duduk bersebelahan disamping eomma mereka. Kyuhae dan Hyunsoo turun dari tangga, Kyuhae mengambil posisi diantara Hoya dan Ara, Hyunsoo duduk di sebelah Seul Ra. Semua mulai menikmati sarapan mereka masing-masing. Minri membuka topik pembicaraan di sana.

“Hyunsoo aku sering melihat timeline mu, kau sedang dekat dengan seorang yeoja yaa?! Siapa dia? Apakah dia cantik? Dia orang mana saeng?” tanya Minri penuh antusias.

“Ahhh noona, dia hanya teman ku. Mana mungkin seorang Hyunsoo berpacaran” Hyunsoo mencoba menjawab.

“Aku pegang kata-kata mu hyung.. hihihi..” Goda Ara.

“Nde.. aku jamin itu!” tegas Hyunsoo yakin.

“sudah sudah! kalian jangan betekak!(bahasa apa ini’-‘?) Cepat kalian habiskan sarapan kalian atau kalian appa tinggal!” ancam wookie yang baru saja meminum seteguk air putih dan siap-siap meninggalkan ruang makan dan kemudian di susul Hoya.

“Wookie appa kami ikut ikut appa!” pekik Minri dan Seulra.

“Hoya appa aku ikut appa” kata Kyuhae menyusul Hoya.

“Nado Hoya appa” sambung Ara menghabiskan susunya.

“Eomma, beri Hyunsoo saran untuk menumpang sama siapa..” Hyunsoo mulai kebingungan memilih siapa yang akan dia mintai tumpangan
“Sudah kau jalan kaki atau naik sepeda saja..” jawab Jieun sambil menahan tawa membereskan meja makan mereka.

“Ahhh...  Na kalkae!” Hyunsoo mulai streess dan memilih pergi.

	Di teras semua mau memasuki mobil, tapi Hyunsoo datang dan menghentikan mereka. Seulra yang sudah sempat separuh badannya masuk ke dalam mobil langsung marah pada Hyunsoo.

“Yakkkk!!!! Hyunsoo!!! Ada apa lagi sih?!” omel Seulra dan yang lainnya mengangguk.

“Nde hyung ada apa?!” Kyuhae menanyakan hal yang sama.

“Minri noona dan saengdeul ku yang kyeopta..” kata Hyunsoo dan Ara memasang emot(?) seperti orang ingin muntah. “Kita berlima kan satu sekolah, kenapa kita tidak menumpang di satu mobil appa yang arahnya sama. Kalau kita menumpang mobil Hoya appa, kasihan appa dia akan putar arah lagi. Lebih baik kita semua di mobil Wookie appa saja” jelas Hyunsoo dengan gaya seperti profesor.

“ahhh... 	Hyunsoo benar! Bisa-bisa appa terlambat.. Hyung antarkan anak-anak ne..” kata Hoya.

“Arraseo... Kajja chagi~yaa..” ajak Wookie.

	Sampainya di sekolah semua mata tertuju pada lima makhluk ini. Minri, Hyunsoo, Seulra, Kyuhae, dan Ara berjalan sejajar. Para yeoja sibuk berteriak memanggil nama Hyunsoo dan Kyuhae, dan mereka berdua membalas dengan senyuman ramah. Para Namja menggoda Minri, Seulra dan Ara, mereka juga membalas dengan senyuman. Tapi Ara malah sibuk menganggukkan kepala menikmati alunan musik yang dia dengar dari earphonenya. Minri, Hyunsoo, dan Seulra berbelok ke arah kelas mereka. Yaa mereka bertiga sekelas, cukup aneh kakak dan adik berbeda usia sekelas. Begitu juga Kyuhae dan Ara, apalagi mereka berdua sebangku. Walaupun gitu, mereka tetap berusaha mengerjakan tugas sekolah sendiri-sendiri, hanya sesekali mereka saling meminta bantuan.

-skip-

*kkkkrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnngggggggg* bel istirahat berbunyi.

“Oppa.. kajja kita ke kantin!” ajak Ara pada Kyuhae. Tidak heran, walaupun Ara memiliki dua oppa, tapi dia hanya memanggil oppa pada Kyuhae.

“Ndee kajja!”

	Mereka berdua berjalan menuju kantin. Di sana juga sudah ada Minri, Hyunsoo dan Seulra. Mereka langsung duduk di bangku kosong di antara Hyunsoo dan Seulra.

“Kau tidak pesan makanan saeng?!” tawar Seulra

“Ahh, aniya eonnie. Aku sudah kenyang, aku ingin Orange Juice saja..” jawab Ara.
“Bagaimana dengan mu?!” tawar Seulra pada Kyuhae.

“Nado noona. Bubur eomma tadi sangat enak, tak sadar aku makan sangat banyak..” jawab Kyuhae.

“Arraseo..”

“ahh ne..  Besok kan kita mulai libur, kita ajak appa sama eomma liburan ke rumah Kim. Halboji yuk saeng?! Aku rindu halmoni..” usul Minri.

“Nde!! Sudah lama kita tidak pergi ke desa!” sahut Seulra antusias.

“Nado!!!” Sahut Ara, Kyuhae, dan Hyunsoo tak kalah heboh.

“Okay! Nanti malam saat kita kumpul di ruang tv kita bilang ke eomma dan appa.” Sambung Minri.


-skip-

“Ara-yaa.. kau saja yang bilang ke eomma sama appa. Kau tahu kan wookie appa kalau marah gimana?! Bisa-bisa bulu keteknya terbang-terbang.” kata Hyunsoo.

“Hyung, kau namja tertua disini. Haruskah aku yang melakukannya?! Aku kan magnae di sini!” tolak Ara dan melanjutkan aktivitas bersama laptop kesayangannya.

“Ayolaah saeng.. Diantara kita kau yang paling berani sama Wookie appa. Dan hanya padamu Wookie appa tidak mau marah.” Kali ini Minri angkat bicara dengan gaya memelas. Satu persatu Ara melihat wajah saudara-saudaranya.

“Tapi kenapa harus aku?! Appa tidak akan marah, percayalah! Kita kan hanya mengajaknya ke rumah Kim. Halboji” Ara terus menolak.

“Ayolah saeng.. Kalau kau berhasil aku akan membantu memanjat pagar belakang sekolah..” Kali ini Seulra yang mencoba membujuk dongsaengnya ini dengan menawarkan jasanya untuk membantu Ara bolos saat hari jumat.

“Tidak perlu eonnie.. Kau lupa aku ini siapa?!” Tolak Ara, Yeoja ini memang keras kepala. Akhirnya keempat makhluk tadi meninggalkan Ara. Mereka berempat mengadakan rapat dadakan di perpustakaan mereka.

“Ahhh.. ottokhae?! Eohh! Dasar monyeettt!!!! Selalu saja begitu!” oceh Minri sambil menghempaskan dirinya di sofa.

“Ahh! Kyuhae! Kau belum ada usaha membujuk Ara!! Kau sebagai oppanya jangan diam saja!!” omel Hyunsoo, Seulra dan Minri pun mengangguk.

“Hyung, Minri noona, dan Seulra noona, yang Ara bilang itu benar. Wookie appa tak mungkin marah, kita kan mengajaknya berlibur ke rumah Kim. Halboji jadi mana mungkin dia marah.” Sahut Kyuhae. “Lebih baik kita coba sendiri saja, jika Appa tidak mau baru kita minta bantuan Ara..” sambungnya lagi.

“Keure! Kajja!!” Kata Seulra dan yang lainnya menyusul langkah Seulra.

	Saat mereka berempat datang, ternyata Ara sudah duduk dengan eomma dan kedua appa mereka. Melihat kedatangan mereka Ara mengeluarkan senyum yang aneh. Memang gadis ini aneh!. Dan yang lebih anehnya Wookie juga cengengesan. Memang makhluk-makhluk yang aneh!

“Appa sudah tau semuanya. Kalian ingin liburan ke rumah halboji kalian kan?! Jja! Besok pagi kita semua berangkat!” kata Ryeowook. Bukannya senang tapi Minri, Hyunsoo, Seulra, dan Kyuhae malah heran.

“Secepat itukah appa?!” kata Hyunsoo melirik Ara.

“Wae?! Bukan kah besok kalian sudah libur?” kata wooke.

“Ahh ne appa.. Gomawoyo appa!!” Kata Minri mengalihkan pembicaraan walaupun sebenarnya mereka masih bingung. Ara memasang wajah cool saat mereka berempat meilhat ke arahnya.


-skip-

	Jam menunjukkan pukul 23:40, Hoya ke balkon kamarnya, dia melihat Ara duduk di ayunan pinggir kolam renang. Yeoja ini masih berkutat dengan laptopnya. Anehnya dia malah tertawa sendiri. Karna tak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya ini, Hoya datang sambil membawakan selimut.

“Eoh! Appa!!” Sapa Ara yang tubuhnya sedang di selimuti Hoya.

“Sedang apa kau? Kenapa jam segini belum tidur?” tanya Hoya memperhatikan layar laptop Ara.

“Look!! They were still blue.. ahahaha” Kata Ara memperlihatkan foto-foto saat dia dan saudaranya masih balita.

“Sekarang mereka tumbuh lebih dari baik.” Sahut Hoya.

“Ne appa. Gomawo sudah membesarkan kami. Look! Minri dan Seulra eon, dari kecil mereka sudah terlihat pandai berpose di depan camera. Pantas saja mereka selalu kebanjiran tawaran menjadi model. Hyunsoo hyung, dari tadi aku hanya melihat dia mengikuti gaya Minri dan Seulra eonnie. Kyuhae oppa, dia hanya duduk di sebelah appa dan sesekali dia dengan eomma. Sedangkan wookie appa sepertinya yang mengambil foto-foto ini.” Jelas Ara mencoba menelusuri foto-foto lama itu, dan terus menekan tombol panah di laptopnya.

“Wait! Ini video saat kau menari kan?! Ayo buka appa mau lihat!” Goda Hoya, dan langsung menekan tombol Enter.
“Ahhh appa!!! Ini sangat memalukan!!! Don’t watch it!” Ara berusaha menutup layar laptopnya. Tapi Hoya memegang laptop Ara. Karna takut laptopnya jatuh Ara membiarkan saja appanya melihat itu.

“Aigooo... Chagiyaa! Kyeopta!! Ahahaha..” Kalimat yang terus di ucapkan Hoya melihat video Ara menyanyi dan menarikan Gom Se Mari.

“Appa kembalikan laptop ku!!!!” Kata Ara yang sebenarnya juga menahan tawanya melihat video itu.

“Appa akan kembalikan kalau kau mau menarikannya lagi! Otthe?” Kata Hoya.

“Appaaa!!!!” Ara memelas.

“Ayolahh.. lagi pula tidak ada orang disini!”

“Arraseo!!” Ara berdiri dan kemudian mulai bernyanyi sambil menari. 

“Gom se ma-ri-ga 
han chi-be-yi-so
appa gom
eomma gom
aegy gom
appa gommun tung-tung-hae
eomma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da...”

“Hanbonman!!!” Kata Hoya sambil menahan tawanya melihat Ara dengan polosnya menarikan lagu anak-anak ini.

“Appa!!!!” Ara menghentakan kakinya.

“Jjja!!!! Gom se ma-ri-ga.. han chi-be-yi-so..” Hoya juga berdiri dan ikut bernyanyi sambil menari. Melihat itu Ara tertawa dan juga menari lebih semangat. 

	Sangat jarang melihat pemandangan seperti ini. Padahal saat ini sudah jam 1 malam. Ternyata Hyunsoo juga terbangun. Ntah karena dia tidak bisa tidur atau dia terbangun karena mendengar suara berisik Ara dan appa mereka.

“Yakk!!! Kenapa kalian tidak mengajak ku kalau kalian sedang senam(?) malam?!” Kata Hyunsoo yang sedang berlari di pinggir kolam menuju arah mereka.

	Mereka bertiga menari dengan semangat sambil menyanyi. Menggoyangkan pinggul ke kanan dan ke kiri, berputar-putar, bergaya sesuka mereka. Karna asiknya mereka tidak sadar kalau Minri, Seulra, Wookie, dan Jieun juga melihat mereka dari jendela kamar masing-masing. Mereka semua yang melihat pemandangan itu tertawa tapi meneteskan air mata. Apa mereka terharu?! Hmmm.. betapa mengharukannya pemandanga malam ini. Keluarga yang aneh ternyata bisa menjadi keluarga yang sangat bahagia. Kenangan masa lalu yang indah ternyata bisa menjadi pengikat kebersamaan. Kenangan yang buruk bisa menjadi penguat dari terpaan angin. Kenangan masa lalu adalah kuncinya.


-skip-

“Kajja!!!!” Teriak Wookie dan Hoya yang bersemangat sambil memasukkan barang-barang ke bagasi mobil khusus di keluarga ini.

	Minri, Hyunsoo, Seulra, dan Kyuhae keluar rumah dan heboh mebawa tas ransel mereka masing-masing. Di kamarnya Ara sibuk memasukkan barang-barang penting di tasnya.

“Laptop, charge laptop, charge handphone, snack, ahh obat luka! Daripada saat kami bermain nanti tidak ada persediaan bisa bahaya..” ocehnya sendiri. Setelah mengancing tasnya Ara pun keluar.

“Ara-yaa.. Palli!!” teriak Hyunsoo dan yang lainnya karena mereka sudah di dalam maobil. Hanya tingga Ara yang belum masuk.

“Ahh ne!!! OMO!! Camdi!!! Apa kalian sudah membawanya?!” Tanya Ara panik.

“Ahh.. Camdi!! Camdi!!” Semua orang di mobil heboh.

“Ara-yaa..  Appa lupa membawanya!” Teriak Wookie dari kursi pengemudi. 

“Nado!!!” sahut yang lainnya serentak.

“Ahh ne!! Cakkamman!!” Ara berlari membuka pintu rumah dan masuk. Begitu keluar dia langsung membawa 3 Camdi milik mereka. Mengunci pintu dan masuk ke mobil.

“Igo Wookie appa. Igo eomma. Dan ini punyaku!” Kata Ara sambil memberikan Camdi ketangan pemiliknya masing-masing.

“Ara-yaa! Camdi ku mana?!” Kata Kyuhae.

“Kalian berempat tidak usah merepotkan diri kalian sendiri. Urusan photografer biar aku saja. Kalian cukup berpose saja!” jelas Ara. “Appa kajja!!!!” sambungnya lagi menyuruh Wookie menjalankan mobil.

“Kajjjaaaa~~!!!!!” Semuanya bersorak ramai.

	Diperjalanan semua sibuk makan bersama snack yang mereka bawa. Hyunsoo mendongengkan pengalamannya yang membuat mereka tertawa sampai makanan yang di makan keluar dari hidung. Ketika Wookie memutar tip mobil itu dengan lagu-lagu Super Junior dan Infinite yang bernada riang, seketika mobil gaduh.

“Noongamgo geudael geuryuhyo mamsok geudael chajajjyo nareul balkhyuhjooneun bichi boyuh yuhngwuhnhan..” Semua bernyanyi sambil menggoyangkan badan mereka.

-skip-

“Kyaakk!!!!! Akhirnya kita sampai!!” Teriak Ara yang pertama keluar dari mobil disusul yang lainnya.

“Halbojii!!!! Halmoni!!!!” Minri dan Seulra langsung berlari ke rumah Halboji mereka yang sudah menyambut mereka di depan rumah.

“Huaaa... segar sekali udaranya!! Eomma, sini biar aku bantu.” Ara membawakan tas-tas berisi baju itu dan meletakkannya di dalam rumah bersama Wookie dan Hoya.

“Sejak kapan dia seperti itu?! Yakk!! Kyuhae, eomma, apa kalian tadi ada memberinya makanan beracun?” Cerocos Hyunsoo yang heran melihat Ara membantu mereka membawa barang.

“Seingat eomma tadi dia hanya memakan beberapa snack dan minum susu coklat yang eomma berikan.” Jawab Jieun menelusuri keadaan di perjalanan tadi.

“Kau seperti tidak mengenal Ara saja hyung.. Kau tahu kan dia aneh?! Jadi harap maklum.” Sahut Kyuhae meninggalkan mereka membawa koper-koper itu ke dalam rumah tua tapi masih sangat kokoh itu.


“Halboji.. Halmoni.. Kami sangat merindukan kalian” Kata Minri dan Seulra yang sudah duduk bersama Halmoni dan Halboji mereka.

“Kami juga sangat merindukan kalian.” Sahut halmoni memeluk kedua cucunya hangat.

“Halboji.. Dimana Zoolu?!” Tanya Ara yang barusan duduk bersama mereka disana juga sudah duduk Hoya, Wookie, dan Jieun serta Kyuhae. Sedangka Hyunsoo masih sibuk menjadi kuli angkut.

“Di sana.. Dia sekarang sudah sangat besar” Jawab halboji menunjuk kuda peliharaan mereka.

“Huaaaa... Dia lebih keren dari Hyunsoo hyung!” gumam Ara dan berlari menghampiri kuda itu.

“MWO???!!!! KAU BILANG APA?!” pekik Hyunsoo yang ingin duduk tapi malah menghampiri Ara dan Zoolu.

“Zoolu lebih keren dari pada kau, hyung.” Jawab Ara santai dan mengelus-ngelus kuda itu.

“BAGAIMANA BISA KAU MEMBANDINGKANKU DENGAN ZOOLU?!” kali ini Hyunsoo emosi.

“KAU TIDAK PERCAYA?! YAKK!!! SEMUANYA!!! SIAPA YANG LEBIH KEREN? HYUNSOO HYUNG ATAU ZOOLU?!” Ara berteriak bertanya pada tetua yang sedang duduk di teras yang teduh itu.

“ZOOLUUUU!!!!!!!” jawab semuanya serentak.

“IS NOT FAIR FOR ME!!!” Pekik Hyunsoo.

“YOU DON’T NEED TO SCEARM AT ME!!!” Ara juga mulai emosi.

“AKU EMOSI ARA!!!! EMOSI!!!!”

“KALAU KAU EMOSI KAU TIDAK PERLU MEMBUAT AKU JUGA EMOSI HYUNGG!!!! GAK PAKE OTOT JUGA ENAK KALI MASSS!!” Sahut Ara tak mau kalah. Terjadi perang disini.

“EE..EEEE...EEEHHHHKKK” Kali ini Zoolu angkat bicara.

“Mwo?! Anak kecil tidak udah ikut campur!” Hyunsoo berbicara pada Zoolu. Zoolu terjatuh dan tak bisa bangkit lagii *ehh- --skip ulang-- Zoolu memilih duduk dan membiarkan Hyunsoo dan Ara bertengkar.


“Mereka masih sama seperti anak usia 7 tahun” Kata halmoni.

“Begitulah omoni, dimana pun akan tetap seperti itu.” Wookie terkekeh melihat anaknya.

“Bagaimana kalian bertiga?! Apa kalian masih sama?! Seulra apakah kau masih tidak suka dengan kimchi?” Tanya halboji dan seulra hanya menggeleng pelan.

“Hahaha.. Dan kau Minri?! Apakah kau masih suka mencari fancong *ehh.. maksud ku apakah kau masih hobi mengoleksi komik?!” kali ini halmoni yang bertanya.

“Aniya.. sekarang aku lebih suka membaca novel” Jawab Minri santai.

“Dan kau Kyuhae?! Apa kau masih menjadi anak pendiam?” giliran Kyuhae yang di tanya.

“A..” belum sempat Kyuhae menjawab sudah ada yang menjawabnya.

“Ne halmoni!! Kyuhae oppa masih pendiam. Tapi dia sangat update di jejaringsosial. Ya kan hyung?!” Ara dan Hyungsoo yang baru duduk  menjawab pertanyaan halmoni.

“Nde halmoni.. Apalagi sekarang dia sangat anti kalau aku melihat isi tasnya. Aku curiga, apa jangan-jangan dia punya melon(?) di dalam tasnya?!” Hyunsoo mencoba menerawang isi tas Kyuhae.

“Sembarangan kau hyung! Tas ku hanya berisi buku!” bantah Kyuhae tegas.

“Kalau gitu pinjam kan aku! Sesama namja kau harus saling berbagi!” Goda Hyunsoo

*pletaaakkkk* Halboji memukul kepala Hyunsoo dengan kipas tradisional di tangannya.

“kalau berbicara sembarangan saja!” omel Halboji

“Halboji.. teganya kau memukul cucu mu yang paling handsome ini.. Ohhh..” oceh Hyunsoo dengan gaya sok sedih+galau+rada alay gimanaaa gitu.

“Hyung.. Please deh! Don’t be an alayers.. No amusing you know?!” Kata Ara.

“Enough is enough!! Kalian kurang kerjaan sekali!” Seulra mencoba menengahi cek-cok tersebut.

“Aigooo... lebih baik kalian berlima pergi melihat desa ini.” Titah pun dikeluarkan halmoni.

“Ne..” sahut kelima spesies makhluk tersebut sambil beranjak dan membawa tas ransel masing-masing.

“Jieun bantu aku menyiapkan makanan!”

“Ne eomonim.”

	Halmoni dan Jieun sibuk menyiapkan hidangan makan malam. Wookie, Hoya dan Halboji malah asik menikmati teh hijau sambil berbincang. Sedangkan para anak-anak aneh itu jalan-jalan mengelilingi desa.

“Minri eon! Seulra eon! Look at me!” Kata Ara sibuk mengambil gambar. “Hana... Dul.. Set!” *jepreett* “Huaaaa... Nomu yeoppoddaa!” Ara bergumam kagum melihat foto yang dia ambil.

“Hyunsoo hyung! Jja!” Hyunsoo menoleh saat Ara memanggilnya. Dia langsung memasang ekspresi wajah yang cool. 

*jepreett*

“OMO! Hyung, sejak kapan kau bisa memasang wajah seperti ini?!” Tanya Ara yang terheran melihat selca Hyunsoo.

“Wae?! Myeotjin?! Are you envy?!” Goda Hyunsoo.

“WHAT??!! Amit amit makan nasi pake garem hyung gue envy sama lo!” Ara berlalu dari hadapan Hyunsoo menyusul Kyuhae yang berjalan diluan.

“Eohh.. Jeongmal!” Gumam Hyunsoo memasang muka sinisnya melihat Ara. “Untung saja kau adikku. Kalau bukan, udah ku makan kau! Cakkamman! Kuda makan monyet?! Rantai makanan macam apa ini? Eohh.. Yaakk!!! Tunggu aku!!!” Cerocos Hyunsoo dan menyusul yang lainnya.

“Kyuhae oppa!! Hana.. Dul.. Set!” Ara memotret Kyuhae. “Nomu kyeopta!” Gumam Ara dan melanjutkan memotret yang lainnya. 

	Ara tak lepas dari kameranya, sesekali dia mengambil selcanya sendiri dan selca bersama yang lainnya. Foto-foto dengan pose yang natural berhasil dia abadikan. Saat Hyunsoo dan Seulra jatuh ke lumpur pinggir sawah. Saat Hyunsoo melumuri wajah Minri dan Kyuhae dengan lumpur. Saat Hyunsoo lari di kejar Minri. Dan saat Ara mengambi selca yang di balakangnya Minri, Hyunsoo, Seulra dan Kyuhae bergaya ala mereka sendiri. Penuh lumpur dan tawa, itulah yang terlihat di foto itu.

-skip-

“Kami pulang!!!” Mereka serentak masuk ke dalam rumah.

“Aigoo.. Kenapa kalian kotor sekali?!” Sambut halmoni.

“Cepat kalian mandi, eomma dan halmoni sudah siapkan makan malam.” Perintah eomma dan memenguti tas anak-anaknya yang berserakan di lantai teras.

-skip-

“Huaaa... kelihatannya enak!” Hyunsoo langsung duduk di depan meja yang sudah penuh dengan hidangan tradisional. Yaap! Di rumah ini masih sangat tradisional. Mereka saja makan di teras rumah.

“Seulra! Coba ini!” Hyunsoo menyupi Seulra kimchi tapi Seulra tidak menyadarinya.

“YAKK!! IGE MWOYA HYUNSOO?!” Peki Seulra dengan mulut yang berisi. “Huuueeekkk...” Seula beranjak dari posisinya dan berlari menuju kamar mandi.

“Kau jahil sekali Hyunsoo!” Omel Minri memarahi Hyunsoo, saat yang sama Seulra duduk kembali sambil menatap Hyunsoo sinis.

“Mianhae Seulra-yaa.. Aku hanya bercanda..” Kata Hyunsoo.

“Tapi kau keterlaluan Hyunsoo! Aku hampir kehilangan selera makan!” Seulra sepertinya benar-benar marah dengan kelakuan oppa tak diinginkannya(?) ini.

“Sudah.. Sudah! Aku ingin fokus mau makan! Kalian jangan bertengkar di sini!” Ara mulai emosi. Karena dia semakin bingung ingin mulai makan apa.

“Ige chagi-yaa.. cobalah!” Wookie meletakkan potongan bulgogi di nasi Ara.

“Gomawo appa..” Ara pun memakannya. “Matsidaa!!!” Sambungnya lagi dan suasana kembali seperti semula walaupun tadi sempat terjadi rebutan cumi antara Kyuhae dan Hyunsoo. 

-skip-

	Hari sudah sangat malam, jam menunjukkan sekitar pukul 10. Karna lelah semua orang sudah tidur, kecuali Ara yang masih asik memindahkan foto-foto tadi sore ke laptopnya. Ditemani secangkir susu coklat hangat dan snack kesukaannya dia duduk di teras. Sesekali dia tertawa melihat ekspresi kakak-kakaknya di foto itu.

“Heyy! Sedang apa kau?! Sudah malam begini masih belum tidur. Tidak capek apa?!” Hyunsoo duduk di sebelah Ara, meneguk susu coklat milik Ara sambil melihat layar laptop adiknya itu.

“Aishh... Kau sendiri kenapa belum tidur?! Aku hanya memindahkan foto-foto tadi.. Look! Ini semua sangat lucu..” Ara menunjukkan semua foto tadi sambil membenarkan letak kaca matanya dan sedikit tertawa.

“Arraeo..” Hyunsoo melirik dongsaengnya yang sedang menahan tawanya. Karna dia juga lapar dengan gampangnya dia memakan snack Ara.

“Hyung! Lebih baik kau ambil snack mu sendiri, jangan habiskan snack ku!” Ara begitu sinis melihat Hyunsoo yang tak henti-hentinya mengunyah makanannya.

“Yakk!!! Tenang Ara-yaa.. kami bawa penggantinya..” Terdengar suara Minri yang keluar dari dalam rumah, Seulra dan Kyuhae juga masih terjaga rupanya.

	Mereka berlima bergadang bersama. Bercanda tapi menahan tawa mereka karna tak ingin ada yang terbangun karena suara tawa mereka yang menggelegar. Melihat foto-foto mereka yang berhasil diabadikan Ara. 

“Eohh.. cakkamman!” Ara sepertinya terkejut dan kembali menekan panah kiri di laptopnya dan melihat foto Minri, Seulra dan Hyunsoo yang sedang perang lupur. “Igo nuguyo?! Kenapa namja ini melihat ke arah kalian berdua eon?!” Tanya Ara penuh selidik melihat foto itu.

“Ahhh... mungkin dia naksir sama kami..” Canda Seulra.

“Aigooo... kali ini aku serius eon! Lihat matanya! Sorotnya ke kalian itu aneh.” Jelas Ara dan yang lainnya memperhatikan foto itu.

“Ara benar.. dia hanya melihat Minri dan Seulra eon.. Cara dia memandang kalian juga sangat aneh. Tidak bisa dibilang dia menyukai kalian. Tidak terlihat sediitpun kalau dia menyukai kalian.” Jelas Kyuhae yang sedang meneliti foto itu.

“Ahh... sudahlaa.. Kita kesini mau berlibur buakan mau jadi detektif! Jja! Ayo tidur! Ara-yaa matikan laptopmu!” Printah Hyunsoo dan beranjak masuk ke dalam rumah.

“Hooaaammm.... Aku sudah ngantuk sekali!” Gumam Minri yang sudah tidak jelas kedengarannya.

“Oppa..” Ara menahan Kyuhae yang sudah berdiri dan ingin masuk. “Aku tekut terjadi sesuatu..”Sambung Ara.

“Gwenchana Ara-yaa.. Apapun yang buruk aku yakin tidak terjadi.” Sahut Kyuhae menenangkan yeodongsaengnya ini.

“Ne oppa.. Arraseo!”Kyuhae dan Ara pun menyusul yang lainnya yang sudah masuk ke kamar masing-masing.


-skip-

	Pagi harinya semua orang terlihat sangat sibuk. Halmoni dan Jieun sibuk menyiapkan makanan, Hoya dan Wookie menyiapkan api di tungku, Halboji memberi makan Zoolu, Kyuhae menimba air, Minri menyapu halaman, dan Seulra sibuk merapikan tanaman-tanaman di sana. Tiba-tiba, terdengar suara gaduh, siapa lagi kalau bukan Hyunsoo yang baru keluar dari hanok. Namja ini berlari seperti kuda lagi nyari WC umum(?).

“Yakkk!!!!! SIAPA DI DALAM!!!” Hyunsoo berteriak menggedor pintu kamar mandi yang sudah reot itu.

“NANEUN!!! Waeyo hyung?!” Sahut monyet.. *ehh- --skip ulang--  Sanut manusia dari dalam kamar mandi itu.

“Ara-yaa.. Jebal palliwa!!! Euuugghhkkkk...” Muka Hyunsoo memerah menahan sesuatu(?) yang tidak pernah terduga kehadirannya.

“Aigooo hyung!!! Aku masih mandi!!!! Kau lebih baik pergi ke kebun belakang, buat saja JAMBAN(?) darurat di sana! Saat ini aku tidak mungkin keluar secepat yang kau harapkan!” Dengan santainya Ara memijat kepalanya yang masih penuh busa.

“YAAKK!!!!! JINJJAAA!!!!!! TUHANN... kenapa kau membierikan aku cobaan yang cukup berat pagi ini?!” Hyunsoo berdoa dengan sedihnya menahan pup yang sudah diujung jalan(?). “Ahhhhkkkk...” Hyunsoo berlari secepat kilat menuju kebun belakang.

“Eohh... Eomma, untuk pertama dan terakhir aku bertanya. Sewaktu eomma hamil Hyunsoo dan Ara eomma ngidam apa sih?!” Minri menghentikan aktifitasnya sebentar.

“Seingat eomma, waktu hamil Hyunsoo eomma ngidam tokek rebus(?) dan waktu hamil Ara eomma ngidam pepes cicak(?).” Jawab Jieun santai.

“MWO??!!!” Ketiga anaknya kaget seperti mendengar halilintar yang cetarrr-membahana-badai-topan-tsunami-gempa-bumi gonjang ganjing! *abaikan!*.

“Pantas saja mereka berdua seperti itu. Lalu? Bagaimana dengan kami?!” Tanya Kyuhae. Kedua noonanya HHC.

“Kalian?! Eomma kalian tidak menginginkan hal-hal yang aneh seperti Hyunsoo dan Ara. Tapi, appa kalian menjadi korban saat jam 1 malam harus mencari buah Durian dan Melon” Jelas Hoya dan Wookie menganggukkan kepalanya.

“Eohh.. itu sih derita Appa laa yaw!” ledek Seulra puas.

“Aisshhh... dasar kau Seulra!” Halboji tiba-tiba datang dan memukul kepala Seulra dengan kipasnya.

“Bukan appa yang memukul mu chagiyaa..” Ledek Hoya dan Wookie serentak. Seulra memasang wajah manyunnya. Akhirnya, Zoolu tertawa puas(?)

“Yakk!! Apa yang kalian bicarakan?!” Ara menghampiri mereka semua. Hyunsoo juga datang, sepertinya dia sudah selesai membuat dan menggunakan jamban karyanya sendiri.

*Pleetaakkk* Jitakan halus mendarat di kepala Ara.

“Yaaikkss!! Appoyo!!!” pekiknya mengelus kepalanya. Ternyata pelakunya adalah Hyunsoo.

“Hehe mianhae!” Hyunsoo hanya cengengesan tak jelas. Karena emosi sudah memuncah Ara tiba-tba melompat.

“Ciaaaaatttt..” Ara mendarat tepat di sebelah Hyunsoo, dia jambak rambut namja itu, dia pites-pites.

“Yaakkk!!!” Tak mau kalah Hyunsoo menggelitiki Ara. Titik kelemahan yeoja ini.

“Aaaaaa.... Hyung!!!!!” Ara berlari ke arah Halboji minta perlindungan. Untung halboji berbaik hati melindungi Ara sehingga Hyunso mengurungkan niatnya. Tapi.. karena terlalu baik.. Halboji mendaratkan kipasnya di kepala kedua cucunya ini. Lagi dan lagi.. Zoolu ngakak sampe guling-guling masa’-‘)/

-skip-

“Ara-yaa!! Palli!!!” Teriak Hyunsoo, nada suaranya tidak terdengar seperti orang marah.

“Nde hyung!!” sahut Ara dari dalam sana.

“Tadi saja perang!” Seulra sepertinya menyindir Hyunsoo yang berdiri antara mereka. Kyuhae dan Minri menahan tawanya.

“Wae?! Apa ada yang ganjal?!” Tanya Ara yang baru datang dan Hyunsoo hanya mendengus kesal ke arah Seulra.

“Mwo?” Seulra tetep tidak berhenti meledek Hyunsoo, ya karna itu hoby yang paling menyenangkan katanya.

“Aniyaa saengi..” Jawab Hyunsoo sok malaikat. “Kajja! Kita pergi sekarang! Kami pergi!!!” Hyunsoo sedikit mengeraskan suaraya pamit kepada eomma dan para tetua di sana.

“Hati-hati!! Kalian cepatlah kembali!!” Sahut eomma dan halmoni.

“Ndee!!!” Mereka pun keluar dari perkarangan rumah itu.

	Seperti biasa Ara sibuk mengabadikan momen-momen ini. Jepret sana-sini, tidak hanya mereka tapi juga siput di foto sama Ara. Tapi saat Ara berjalan tergesa menyusul yang lainnya yang sudah berjalan di depan sana, tiba-tiba saja ada yang menabraknya sehingga Ara terjatuh. Ternyata seorang namja, tapi dia memakai cuping yang lebar, sehingga kerna sinar matahari wajahnya tidak kelihatan. Namja tersebut membantu Ara bersdiri dan berkali-kali mengatakan maaf. Setelah itu, dia berjalan tergesa seperti mengejar sesuatu.

“Juisunghabnida ahgassi..” 

“Aneh! Sepertinya aku pernah melihatnya. Keunde.. eodiseo?!” Ara bergumam sedirian. Dia sadar kalau dia sudah di tinggal yang lainya. “Yakk!! Tunggu aku!!!” teriak Ara melupakan namja asing tadi.


“Yakk! Kenapa kalian meninggalkan ku?!” Ara memasang muka bete+galau nya.

“Aniya.. tidak ada yang meninggalkanmu. Kau saja yang jalannya lamban.” Jawab Minri santai. “Yakk! Cepat ambil foto kami! Selagi kita di hutan pinus ini!” sambung Minri memerintah Ara.

“Arraseo!”


	Mereka sudah jalan cukup dalam di hutan pinus itu. Matahari juga mulai hilang. Pastinya, hari makin gelap. Sepertinya mereka tersesat. Seulra dan Minri memasang wajah ketakutan.

“Yaa!!! Kita sudah sangat jauh berjalan.. hari sudah hampir malam. Ayo kita pulang!” Seulra mulai takut dengan keadaan di sekelilingnya.

“Kajja!” Sahut Hyunso dan Minri serentak. Tapi Seulra, Kyuhae, dan Ara hanya diam mematung.

“Hyung.. sepertinya kita tersesat!” kali ini Kyuhae bicara dengan nada yang sangat pelan.

“Aigooo ottokhae?! Harinya makin gelap” Minri dan Seulra saling merangkul satu sama lain.

	Ara mengeluarkan 2 senter dari tasnya. Hyunsoo dan Kyuhae mengeluarkan ponsel, tapi sayang tidak terjangkau signal di sana, sehingga mereka tidak bisa menghubungi para tetua. Hyunsoo dan Kyuhae memberi aba-aba untuk jalan melalui jalan mereka tadi. Tapi karna ini hutan pinus, mereka rasa mereka hanya berputar-putar di situ saja.

“Aku lelah dan juga lapar..” Minri dan seulra terduduk lemas.

“Ige..” Kyuhae mengeluarkan 5 bungkus roti yang dia bawa.

“Sekarang satu-satunya cara adalah kita harus cari tempat aman untuk mendirikan tenda. Malam ini kita tidur di sini.” Ara mengambil keputusan. Dan dia menyenter sekelilingnya. “Di sana! Sepertinya bagus untuk membangun tenda!” Ara memakan rotinya sambil berjalan ke tempat yang dia maksud.

“Hyunsoo hyung, Kyuhae oppa bantu aku!” Printah sang magnae kece ini.

“Yakk!!! Bagaimana bisa kau mempersiap kan ini saeng?!” Tanya Seulra yang heran.

“Tadinya aku hana iseng membawa ini. Tapi ternyata, ini benar-benar di butuhkan.” Jawab Ara sambil mendirikan tenda.

“Tapi bagaimana kalau ada hewan buas?!” Seulra masih tidak yakin dengan keputusan Ara. Ara berjalan mengambil sesuatu dari tasnya.

“Ini! Taburkan garam ini di sekeliling wilayah kita!” jawab Ara menyuruh Seulra dan Minri menaburkan garam.

“Hyunsoo hyung kau buat api unggun ne! Pakai saja ranting-ranting di sana!” Ara menyuruh Hyunsoo, sepertinya magnae jadi komandan-__-“

“Ada manfaatnya juga kau menjadi ketua regu saat camp kemarin!” cetuk Kyuhae yang masih membantu Ara mendirikan tenda.

“Nde. Untung saja aku tidak seperti mereka yang sibuk dengan urusan entertaint masing-masing!” jelas Ara. “Jja! Finished!! Oppa.. apa kau bawa persediaan makanan yang cukup?! Selimut juga, apa kau membawanya?!” tanya Ara.

“Sepertinya semua juga membawa barang-barang itu.” Jawab Kyuhae.

“Great! Tas ku tidak muat jika harus membawa semuanya. Aku hanya membawa alat-alat siaga.. hihi..” Ara terkekeh sendiri. Yapp! Dia merasa prediksi kekhawatirannya terbukti.


	Di dalam hanok yang terbilang cukup besar ini, Jieun mondar-mandir menunggu kelima anaknya. Hoya dan Wookie berusaha menghubungi semua ponsel mereka, tapi yang jawab malah mba-mba operatornya. Halboji dan Halmoni turut resah dan terus melihat jam.

“Aigooo.. kenapam selarut ini mereka belum pulang?!” kata halmoni dengan nada resah dan gelisah menunggu di sini *ini kenapa jadi ngelagu’-‘?)*

“Ottokhae?! Aku takut terjadi sesuatu pada mereka.” Jieun mulai menangis dan terjatuh di depan halmoni. Halmoni langsung menenangkan Jieun.


	Kembali ke hutan(?). Ara masih terjaga di depan api unggung. Sesekali dia melihat ke dalam tenda, melihat satu persatu makhluk(?) yang di sayanginya itu. Karena merasa sepi Ara bernyanyi sendiri. 

“Shining Star! like a little diamond, makes me love..
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo..
Hangsang hamkke halgeora till the end of time..

Oh! Day by Day..
Hangsang nae gyeote..
Geudaega meomoolleo jweo..
Stay in my heart noonbooshin Shining my love..

Neul barago ijjyo hangsang geogieseo wooseumjitgireul..
Ddeut moreul ohaewa iyoo eobneun miwoome himi deureodo..
Deo meon goseul bwayo ije shijakijyo woolgo shipeul ddaen naege gidaeyo..
Boojokhajiman geudael jikilgeyo..
Sarangeun geureohke, cheoeum soonganbooteo chajawa..
gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae..
Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun..

Shining Star! like a little diamond, makes me love..
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo..
Hangsang hamkke halgeora till the end of time.. “

	Belum habis Ara bernyanyi, Kyuhae duduk di sebelahnya. Menutupi punggung Ara dengan selimut yang dia bawa.

“Ohh.. oppa! Kau belum tidur?!”

“Dari tadi aku tidak bisa tidur. Kau juga kenapa bernyanyi sendirian?!”

“Ohh.. apa suara ku mengerikan?! Mian!” Ara menundukkan kepalanya.

“Waeyo?!” Kyuhae melihat raut wajah Ara yang berubah.

“Geunyang... aku memikirkan mimpi ku semalam! Sangat buruk!” Jawab Ara menatap kosong ke depan.

“Seburuk itu kan?!”

“Nde.. tapi semoga akhir mimpi itu tidak terjadi!” 

“Mwoya?!”

“Ahh.. Anida!! Jja kita tidur! besok kita harus siap-siap mencari jalan keluar..” Ara bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam tenda.

“ssshhh... Dasar monyet aneh!” gumam Kyuhae terkekeh dan ikut masuk ke dalam tenda.
Read more: http://deviachrista.blogspot.com/2013/05/cara-mengganti-avatar-anonymous-pada.html#ixzz2WTJ5euBb